Indonesia, Guinea tandatangani ‘Letter of Intent’ bidang perhubungan

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi (kanan), bersama timpalannya dari Republik Guinea, Felix Lamah (kiri), pada Kamis (26/1/2023) di Jakarta, setelah penandatangan Leter of Intent (LoI) bidang perhubungan. (Kementerian Luar Negeri RI)

Letter of Intent tersebut diharapkan dapat meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Republik Guinea di berbagai bidang, termasuk pengadaan pesawat dan pembangunan kapasitas.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi, bertemu dengan timpalannya dari Republik Guinea, Felix Lamah, pada Kamis 26 Januari 2023 di Jakarta, untuk meningkatan kerja sama dan menandatangani Letter of Intent (LoI/surat pernyataan niat) bidang perhubungan.

Penandatangan Leter of Intent tersebut diharapkan dapat meningkatkan kerja sama bilateral, termasuk pengadaan pesawat dan pembangunan kapasitas, ungkap Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangan resminya yang dikutip oleh Indonesia Window pada Sabtu.

Dalam kunjungannya ke Jakarta, Menhub Guinea didampingi oleh Duta Besar RI di Dakar, Dindin Wahyudin dan Konsul Kehormatan RI di Conakry, Alexandre Camara.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan Duta Besar RI di Dakar dengan Presiden Transisi Guinea pada September 2022 lalu.

Pemerintah Guinea telah menyampaikan kebutuhan untuk memodernisasi sektor transportasi, infrastruktur dan konektivitas di Guinea, seraya menambahkan bahwa dalam waktu dekat ini Guinea juga akan menghidupkan kembali Maskapai Guinea Air.

Untuk itu, Menhub Guinea menyampaikan ketertarikannya terhadap pesawat CN-235 dan berbagai tipe pesawat penumpang lainnya produksi PT. Dirgantara Indonesia (DI), yang dikunjunginya di Bandung pada hari Rabu (25/1).

Selain bertemu dengan Budi Karya Sumadi, Menhub Guinea juga telah melakukan pertemuan dengan Menlu RI Retno Marsudi pada hari Selasa, 24 Januari 2023 di Kementerian Luar Negeri RI, serta kunjungan ke plant facility PT DI dan Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA) di Bandung pada  Rabu, 25 Januari 2023.

“Pesawat terbang produksi PT DI yang berada di Bandung seperti halnya Bandung Spirit KAA yang telah menyebar ke berbagai negara di Asia Afrika,” ujar Dubes RI Dindin Wahyudin kepada Felix Lamah saat mengunjungi MKAA, yang menginspirasi negara-negara Asia Afrika untuk merdeka dari kolonialisme.

Guinea adalah negara penghasil bauksit terbesar kedua di dunia dan memiliki cadangan barang tambang tersebut terbesar pertama di dunia.

Selain bidang perhubungan, pertemuan Retno Marsudi dengan Felix Lamah juga membahas peningkatan hubungan bilateral khususnya di sektor  industri strategis dan infrastruktur.

Menlu Retno menyambut baik rencana penandatanganan Letter of Intent di bidang transportasi antara mentderi perhubungan RI-Guinea pada 26 Januari 2023.

“Kita wujudkan kesepakatan ini ke dalam kerja sama nyata, khususnya di bidang transportasi udara, maritim, dan darat (kereta api), baik secara G-to-G maupun B-to-B”, ujar menlu, seraya mendorong kerja sama antara BUMN Indonesia dengan mitranya di Guinea.

Kedua menteri tersebut juga membahas kerja sama pengembangan kapasitas, termasuk pengembangan industri aviasi dan pendirian Guinea Air, antara lain dapat berupa pelatihan pilot, mekanik, dan perawatan pesawat.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan