Ilmuwan: Penambangan kobalt pengaruhi peningkatan cacat lahir di Kongo

Ilmuwan: Penambangan kobalt pengaruhi peningkatan cacat lahir di Kongo
Ilustrasi. Semakin banyak bayi yang lahir dengan cacat lahir parah di wilayah Katanga, Republik Demokratik Kongo (DRC). (Omar Lopez on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Semakin banyak bayi yang lahir dengan cacat lahir parah di wilayah Katanga, Republik Demokratik Kongo (DRC), menurut laporan Al-Jazeera (1/4).

Menurut para ilmuwan, beberapa di antaranya bayi yang lahir cacat tersebut disebabkan oleh lonjakan besar permintaan global akan kobalt, elemen logam yang memainkan peran kunci dalam upaya mengurangi emisi karbon dan memperlambat perubahan iklim.

Kobalt sangat penting untuk pembuatan baterai litium yang digunakan dalam mobil listrik, dan DRC memiliki setidaknya 60 persen dari cadangan dunia. Kebanyakan ditemukan di Katanga dan sekitarnya.

Tetapi menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet dan lainnya, ekstraksi kobalt, peleburan, dan praktik industri terkait lainnya di wilayah tersebut mencemari lingkungan dan mencemari orang yang bekerja di tambang atau mereka tinggal di dekatnya.

Dengan dukungan dari Pulitzer Center on Crisis Reporting, pembuat film Robert Flummerfelt dan Fiona Lloyd-Davies telah melakukan penyelidikan atas kondisi tersebut dan menuangkannya dalam film dokumenter The Cost of Cobalt.

Laporan: Raihana Radhwa

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here