Ilmuan buat embrio selamatkan badak putih utara

Ilmuan buat embrio selamatkan badak putih utara
Dua badak putih utara terakhir - Najin (depan), dan anaknya Patu berada dalam pengawasan petugas bersenjata. (Baz Ratner/Reuters)

Jakarta (Indonesia Window) – Para pakar konservasi berhasil menciptakan dua embrio badak putih utara guna menyelamatkan spesies itu dari ambang kepunahan, kata para ilmuwan di Italia, Rabu (9/11), mengutip Al Jazeera di Jakarta, Kamis.

Badak putih utara pernah berkeliaran di Uganda, Republik Afrika Tengah, Sudan, dan Chad.

Namun, saat ini hanya ada dua badak putih utara tersisa di dunia. Keduanya betina dan sama-sama tidak bisa mengandung. Badak putih utara jantan terakhir, bernama Sudan, mati di Konservasi Ol Pejeta di Kenya tahun lalu.

Menggunakan sel telur yang diperoleh dari badak betina dan sperma beku dari badak jantan yang telah mati tersebut, sebuah tim di Cremona, Italia berhasil membuat dua embrio yang hidup, menurut konsorsium ilmuwan internasional BioRescue.

Najin (30) dan anaknya Fatu (19) adalah badak putih utara terakhir di dunia dan hidup di bawah pengawal bersenjata 24 jam.

Fatu memiliki lesi (luka pada organ atau jaringan) degeneratif di rahimnya dan Najin memiliki kaki belakang yang lemah yang dapat menyebabkan komplikasi jika dia hamil.

Pada bulan Agustus, mereka menjalani prosedur yang sangat berisiko yang dilakukan oleh tim dokter hewan internasional. Selama operasi tersebut mereka mereka dibius selama hampir dua jam, dan telur mereka diekstraksi menggunakan teknik yang telah bertahun-tahun diteliti dan dikembangkan.

Di laboratorium bioteknologi Italia Avantea, telur-telur itu kemudian dibuahi dengan sperma dari jantan Suni dan Saut – meskipun hanya dua telur Fatu yang berkembang menjadi embrio yang hidup.

Embrio itu kini disimpan dalam nitrogen cair yang akan ditransfer ke induk pengganti dalam waktu dekat.

Ada lima spesies badak yang tersisa di Bumi, diantaranya adalah badak hitam dan putih yang ditemukan di Afrika. Badak putih utara umumnya dianggap sebagai sub-spesies badak putih, meskipun beberapa ilmuwan yakin ini adalah spesies keenam.

Populasi badak dihancurkan oleh perburuan yang mengincar tanduk mereka untuk digunakan dalam pengobatan tradisional China.

Badak moderen memenuhi Bumi selama 26 juta tahun. Namun, pada pertengahan abad ke-19, hanya ada lebih dari satu juta ekor di Afrika. Badak hitam barat dinyatakan punah pada tahun 2011.

Populasi hewan ini diharapkan dapat bertambah lagi dalam waktu hingga 70 tahun.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here