Iftar dan i’tikaf di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ditangguhkan selama Ramadhan

Iftar dan i’tikaf di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ditangguhkan selama Ramadhan
Kepala Presidensi Urusan Dua Masjid Suci, Syeikh Abdurrahman Assudais. (Reasahalharmain/Instagram)

Jakarta (Indonesia Window) – Kepala Presidensi Urusan Dua Masjid Suci, Syeikh Abdurrahman Assudais, pada Ahad (28/3) mengumumkan bahwa penangguhan iftar (buka puasa) dan i’tikaaf (berdiam diri di masjid untuk beribadah selama waktu tertentu) di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah akan berlanjut selama bulan suci Ramadhan.

Syeikh Assudais mengatakan bahwa kepresidenan sedang mempersiapkan untuk menyediakan makanan buka puasa bagi mereka yang mengunjungi Masjidil Haram, bekerja sama dengan Emirat Makkah, menurut laporan Saudi Gazette.

Namun, distribusi hidangan sahur bagi para pengunjung, jamaah, dan masyarakat lainnya di area Masjid Nabawi akan dilarang.

Sorotan utama dari rencana Ramadhan kepresidenan adalah mengatasi pandemik dengan mematuhi tindakan pencegahan.

Syeikh Assudais mengumumkan kesiapan penuh kepresidenan untuk menerima para pengunjung dan jamaah.

“Mataf (area untuk mengelilingi Ka’bah) akan diperuntukkan hanya untuk jamaah umroh dan akan ada lima area yang ditentukan di dalam Masjidil Haram dan halaman timurnya untuk melakukan sholat,” jelasnya.

“Penerjemah yang bekerja di Masjidil Haram akan memberikan layanan bimbingan dan menerjemahkan pertanyaan kepada ulama yang akan mengeluarkan fatwa dalam 23 bahasa,” katanya.

“Juga akan ada penerjemah bahasa isyarat untuk khotbah Jumat,” imbuh Syeikh Assudais.

Mushola dan toilet khusus untuk orang berkebutuhan khusus juga disediakan di depan Jembatan Ajyad dan Gerbang Raja Fahd di halaman timur Masjidil Haram.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here