Harga minyak mentah Indonesia naik menjadi 72,17 dolar AS per barel pada Juli

Harga minyak mentah Indonesia naik menjadi 72,17 dolar AS per barel pada Juli
Ilustrasi. Indonesian Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah Indonesia pada Juli 2021 ditetapkan sebesar 72,17 dolar AS per barel atau mengalami kenaikan sebesar 1,94 dolar per barel dibanding bulan Juni 2021 sebesar 70,23 dolar per barel. (David Mark from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Indonesian Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah Indonesia pada Juli 2021 ditetapkan sebesar 72,17 dolar AS per barel atau mengalami kenaikan sebesar 1,94 dolar per barel dibanding bulan Juni 2021 sebesar 70,23 dolar per barel.

Dikutip dari Executive Summary Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, ICP SLC Juli 2021 juga mengalami kenaikan sebesar 1,83 dolar per barel, dari 70,82 dolar per barel menjadi 72,65 dolar per barel.

Laporan tersebut menyebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional, antara lain terkait permintaan minyak.

Publikasi OPEC (Organisasi Negara Pengekspor Minyak) bulan Juli 2021 melaporkan revisi naik estimasi permintaan triwulan III 2021 sebesar 60.000 barel per hari menjadi 98,19 juta barel per hari dibandingkan bulan lalu.

OPEC menurunkan proyeksi tingkat produksi negara-negara non OPEC pada tahun 2021 sebesar 30.000 barel per hari menjadi 63,8 juta barel per hari, dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, berdasarkan publikasi Energy Information Administration (EIA), permintaan gasoline di Amerika Serikat meningkat pada akhir Juli 2021 dibandingkan akhir Juni 2021, sebesar 152.000 barel per hari menjadi 9,3 juta barel per hari.

EIA juga melaporkan penurunan stok Amerika Serikat pada akhir Juli 2021 dibandingkan akhir Juni 2021.

IEA dalam laporan bulan Juli 2021 memperkirakan terjadi penurunan stok minyak mentah komersial dunia pada triwulan III 2021 sebesar 16,7 juta barel menjadi 435,6 juta barel dan stok gasoline sebesar 7,4 juta barel menjadi 234,2 juta barel. Angka tersebut terbesar dalam 10 tahun terakhir.

Peningkatan harga minyak mentah dunia selama Juli 2021 juga disebabkan oleh perbaikan perekonomian Amerika Serikat yang ditandai dengan perkiraan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan sebesar 7,4 persen di tahun 2021, setelah turun 3,5 persen di tahun 2020 (yoy).

Selain itu, terdapat peningkatan throughput kilang dunia pada bulan Juni 2021 sebesar 1,6 juta barel per hari dibandingkan bulan Mei 2021, dan diperkirakan akan mengalami peningkatan di bulan Juli dan Agustus 2021 dengan penambahan lanjutan hingga 2,7 juta barel per hari.

Faktor lainnya adalah adanya peningkatan indeks aviasi dunia di bulan Juli 2021 dibandingkan bulan sebelumnya, yang saat ini cenderung menuju level 50 persen sebelum pandemik, khususnya dipicu negara-negara Eropa dan Asia.

Untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga minyak juga dipengaruhi oleh real-time traffic index di beberapa negara utama Asia seperti China, Taiwan, Singapura dan Malaysia, yang mengalami peningkatan di bulan Juli 2021 dibandingkan bulan sebelumnya.

Kilang terbesar Jepang Eneos di Kashima yang berkapasitas CDU (Crude Distillation Unit) 168.000 barel per hari dan Sendai yang berkapasitas CDU 145.000 barel per hari, kembali beroperasi pada akhir Juli 2021.

Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan Juli 2021 dibandingkan bulan Juni 2021 adalah sebagai berikut.

Dated Brent naik sebesar 1,99 dolar per barel dari 73,04 dolar per barel menjadi 75,03 dolar per barel.

WTI (Nymex) naik sebesar 1,08 dolar per barel dari 71,35 dolar per barel menjadi 72,43 dolar per barel.

OPEC Basket naik sebesar 1,64 dolar per barel dari 71,81 dolar per barel menjadi 73,46 dolar per barel.

Brent (ICE) naik sebesar 0,89 dolar per barel dari 73,41 dolar per barel menjadi 74,29 dolar per barel.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here