Harga minyak mentah Indonesia Mei naik menjadi 65,49 dolar AS per barel

Harga minyak mentah Indonesia Mei naik menjadi 65,49 dolar AS per barel
Ilustrasi. Pulihnya aktivitas perekonomian global dan tingginya permintaan mendorong kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 3,53 dolar AS per barel, menjadi 65,49 dolar per barel pada Mei dari 64,69 dolar pada April. (Kristina Kasputienė from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Pulihnya aktivitas perekonomian global dan tingginya permintaan mendorong kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 3,53 dolar AS per barel, menjadi 65,49 dolar per barel pada Mei dari 64,69 dolar pada April.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan, pelonggaran aktivitas di Amerika Serikat, China dan sebagian Eropa turut memengaruhi kondisi permintaan minyak dunia.

“Tim harga minyak Indonesia melaporkan, pertumbuhan ekonomi ini adalah dampak positif dari akselerasi program vaknisasi, sehingga sejalan dengan supply-demand minyak dunia,” kata Agung di Jakarta, Selasa.

Laporan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) atau Organisasi Negara Pengekspor Minyak pada bulan Mei 2021 menunjukkan tingginya permintaan Amerika Serikat pada 2021 sebesar 5,95 juta barel per hari (bopd) atau sebesar 6,6 persen dibandingkan tahun 2020.

Kondisi tersebut terjadi seiring rencana pembatalan sanksi terhadap Iran oleh Amerika Serikat, yang memunculkan potensi pembatalan ekspor minyak mentah Iran.

Faktor lain yang turut meningkatkan harga minyak dunia adalah tingkat kepatuhan anggota OPEC+ pada kuota pemotongan produksi mencapai 113 persen.

Pada Mei 2021, Energy Information Administration (EIA) memperkirakan bahwa produksi minyak mentah AS pada 2021 akan mengalami penurunan sebesar 290 ribu bopd menjadi 11,02 juta bopd.

Sementara itu, laporan pekanan EIA menyebutkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun sebesar 800 ribu barel menjadi 484,3 juta barel, persediaan gasoline AS turun sebesar 3,3 juta barel menjadi 232,5 juta barel, dan persediaan distillate AS turun sebesar 7,1 juta barel menjadi 129,1 juta barel.

Tim harga minyak Indonesia menyebutkan bahwa menguatnya pasar ekuitas dan melemahnya nilai tukar dollar AS terhadap sejumlah mata uang (terendah dalam empat bulan terakhir) membuat investor beralih pada investasi komoditas, termasuk minyak mentah.

Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh naiknya permintaan minyak dari China menjelang berakhirnya periode pemeliharaan dan permintaan minyak yang solid dari Jepang, serta permintaan minyak India yang tetap kuat, terutama dari kilang-kilang pengolahan, walaupun terjadi peningkatan tajam kasus COVID-19.

Beirkut ini adalah perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Mei 2021 dibandingkan bulan April 2021.

Dated Brent naik sebesar 4,05 dolar AS per barel, menjadi 68,75 dolar AS per barel dari 64,70 dolar AS per barel.

WTI (Nymex) naik sebesar 3,45 dolar AS per barel, menjadi 65,16 dolar AS per barel dari 61,70 dolar AS per barel.

Basket OPEC naik sebesar 3,59 dolar AS per barel, menjadi 66,83 dolar AS per barel dari 63,24 dolar AS per barel.

Brent (ICE) naik sebesar 2,98 dolar AS per barel, menjadi 68,31 dolar AS per barel dari 65,33 dolar AS per barel.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here