Hampir 200 hotel di Taiwan bersertifikat halal

Hampir 200 hotel di Taiwan bersertifikat halal
Promosi wisata Taiwan. (Indonesia Window/Libertina)

Jakarta (Indonesia Window) – Sebagian masyarakat Indonesia mungkin mengenal Taiwan lewat merek perangkat komputer Asus dan Acer, atau merek telepon seluler, HTC.

Namun, Taiwan tidak hanya memiliki merek-merek produk teknologi tinggi semacam itu. Taiwan juga meningkatkan sektor pariwisata halal yang khusus ditujukan kepada Umat Islam, terutama masyarakat Muslim Indonesia.

Pada acara promosi wisata halal Taiwan di Jakarta pada Senin (1/10), Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan (TETO) Jakarta, John Chen mengatakan berwisata merupakan cara yang paling menyenangkan dalam meningkatkan pengertian antara Taiwan dan Indonesia.

“Selama beberapa tahun ini, Taiwan telah menerapkan beberapa inisiatif untuk menarik lebih banyak orang Indonesia melakukan perjalanan ke Taiwan. Secara khusus, kami telah memudahkan peraturan tentang permohonan visa Taiwan bagi warga negara Indonesia,” kata Duta Besar Chen.

Hampir 200 hotel di Taiwan bersertifikat halal
Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan (TETO) Jakarta, John Chen, pada acara promosi wisata halal Taiwan di Jakarta, Senin (1/10/2018). (Indonesia Window/Libertina)

Sejak 2017, warga Indonesia dapat mengajukan permohonan visa secara “online” ke Departemen Imigrasi Kementerian Dalam Negeri Taiwan dengan mudah dan praktis.

Kemudahan tersebut berlaku bagi warga negara Indonesia yang mempunyai izin tinggal tetap di Taiwan, serta tidak memiliki catatan pernah melakukan kejahatan.

Selain itu, kemudahan memperoleh visa ke Taiwan juga diberikan kepada warga Indonesia yang mempunyai visa kadaluwarsa dalam sepuluh tahun  untuk berkunjung ke beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea, Inggris atau negara-negera Uni Eropa (visa Schengen), serta pemegang visa Taiwan dalam sepuluh tahun (tidak termasuk visa kerja).

“Kami juga meningkatkan pariwisata halal di Taiwan,” kata Duta Besar Chen, seraya menambahkan bahwa kini ada hampir 200 hotel dan restoran telah memperoleh sertifikasi halal dari lembaga berwenang setempat.

Selain itu, sejumlah stasiun di Taiwan, seperti di Taipei, Kaohsiung dan Hualien, serta stasiun kereta cepat Taichung, dan Museum Istana Nasional telah dilengkapi dengan mushola dan masjid.

Hampir 200 hotel di Taiwan bersertifikat halal
Mushola di dalam gedung Museum Istana Nasional di Kota Taipei, Taiwan. Mushola yang dapat menampung 50 jamaah ini diresmikan pada 21 Desember 2017 oleh NPM (National Palace Museum) Cabang Selatan bekerja sama dengan Perhimpunan Muslim Taiwan (Taiwan Muslim Association). (Tony Thamsir/Radio Taiwan International)

Upaya-upaya tersebut telah menciptakan lingkungan wisata yang lebih ramah dan bersahabat bagi umat Islam yang berlibur ke Pulau Formosa tersebut.

Seorang wartawan senior, Bambang Purwanto, yang beberapa kali berkunjung ke Taiwan mengatakan selama melakukan perjalanan di negeri tersebut, dirinya merasa aman dan nyaman karena tidak perlu merasa khawatir saat memesan makanan dan minuman di restoran.

“Saya dapat memesan makanan dan minuman halal di Taiwan. Para pelayan langsung paham dan menyajikan apa yang saya minta,” katanya, seraya menambahkan bahwa mushola juga mudah ditemukan di tempat-tempat umum di Taiwan.

Hampir 200 hotel di Taiwan bersertifikat halal
Kue khas Taiwan, pineapple cake, dengan label halal pada kemasannya. (Indonesia Window/Libertina)

Dengan lingkungan yang ramah bagi Muslim tersebut, pada tahun 2018, salah satu penerbit panduan perjalanan terbesar di dunia, Fodor, menempatkan Taiwan di peringkat 12 dari 52 tujuan wisata yang harus dikunjungi. Peringkat ini lebih tinggi dari Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong.

Sementara itu, Indeks Wisata Muslim Global (GMTI) yang dikeluarkan oleh Mastercard 2018 menyebutkan bahwa Taiwan menempati peringkat ke-lima sebagai tujuan wisata Muslim terbaik dari negara atau entitas non-Muslim. Peringkat tersebut melampaui Jerman, Australia, dan Amerika Serikat.

Populasi Muslim di Taiwan hanya 0,2 persen dari jumlah penduduk sebanyak 23,5 juta jiwa. Menariknya, populasi Muslim di Pulau Formosa itu didominasi pendatang dari luar Taiwan, salah satunya warga negara Indonesia yang bekerja di sana.

Tentang Taiwan

Duta Besar Chen mengatakan Taiwan juga dikenal sebagai Ilha Formosa yang berarti “pulau yang indah”.

“Pemandangan di Taiwan sangat unik karena memiliki lebih dari 275 gunung dengan ketinggian lebih dari 3.000 meter. Seratus gunung di Taiwan merupakan gunung terbaik untuk ‘hiking’,” kata dia.

Menurut Duta Besar Chen, Taiwan juga memiliki ekologi laut yang kaya dan banyak pantai yang indah.

“Dengan jaringan infrastruktur dan transportasi yang sangat baik, wisatawan dapat melakukan perjalanan ke pegunungan yang indah serta pantai pasir putih dalam waktu satu jam. Seberapa nyaman dan indahnya itu? Tidak ada negara lain yang dapat menyediakan cara yang begitu mudah untuk perjalanan semacam itu bagi Anda,” ujar dia.

Taiwan juga memiliki budaya yang beragam dan terjaga dengan dengan baik, terdiri atas budaya Tionghoa, budaya Austronesia, budaya Barat dan bahkan budaya Jepang berpadu harmonis di Pulau Formosa.

Salah satu lokasi wisata di Taiwan, yakni Museum Istana Nasional merupakan tempat yang tepat untuk melihat hampir 700.000 keping artefak dari kekaisaran China kuno. Dengan jumlah koleksi tersebut, Museum Istana Nasional menjadi salah satu museum terbesar di dunia yang menyimpan karya seni kuno China.

Apakah Anda akan memasukkan Taiwan dalam daftar tujuan liburan tahun ini?

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here