Hadapi ancaman kesehatan global, konjen tekankan kerja sama Indonesia-Australia

Konsul Jenderal RI di Sydney, Heru Hartanto Subolo, menyampaikan sambutan pada acara peresmian Pusat Kesehatan Lingkungan dan Populasi untuk Keamanan Kesehatan Global atau (CEPH) di Universitas Griffith di Brisbane, Australia, Senin (22/7/2019). (KJRI Sydney)

Jakarta (Indonesia Window) – Dunia yang semakin sempit karena pengaruh kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup manusia memunculkan sejumlah ancaman yang sifatnya pun menjadi global.

Sebagai upaya menghadapi ancaman global, terutama di bidang kesehatan lingkungan dan populasi, Universitas Griffith di Brisbane, Australia baru-baru ini meresmikan Populasi untuk Keamanan Kesehatan Global atau Centre for Environment and Population Health, Hub for Global Health Security  (CEPH).

Sejumlah perwakilan negara sahabat, termasuk Konsul Jenderal RI di Sydney,   Heru Hartanto Subolo, diundang untuk memberikan sambutan dan pandangan mereka tentang berbagai topik.

Pada kesempatan tersebut, Konjen Subolo menekankan  pentingnya kerja sama antara Indonesia dan Australia dalam menghadapi ancaman global di bidang kesehatan dan lingkungan.

“Saya mendorong lebih banyak kerja sama, kolaborasi, dan hubungan antara Universitas Griffith, secara khusus Centre for Environment and Population Health, Hub for Global Health Security yang diresmikan hari ini dengan perguruan tinggi dan lembaga-lembaga terkait di Indonesia,” kata Konjen Subolo.

Dia menambahkan bahwa kerja sama, kolaborasi dan koneksi akan membuat Indonesia dan Australia lebih produktif dan efektif dalam merespon ancaman global kesehatan dan lingkungan, bidang yang menjadi fokus kerja CEPH.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Negara Bagian Queensland dan Perwakilan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia juga hadir dalam acara peresmian dan memberikan sambutan.

Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI, yang juga Utusan Khusus Presiden RI untuk Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar beserta isteri, Erna Witoelar juga hadir dalam acara tersebut.

Indonesia, China danVietnam merupakan negara-negara di mana CEPH membangun kemitraannya.

Dengan Indonesia, CEPH menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Muslim Indonesia di Makassar  pada Oktober 2014  dengan fokus kerja sama, antara lain di bidang riset serta pelaksanaan seminar, pelatihan dan lokakarya.

CEPH Universitas Griffith sebagai pusat akademik yang menyediakan kolaborasi internasional mempunyai fokus area penelitian antara lain teori dan praktik promosi kesehatan global, perubahan iklim, risiko bencana dan keamanan kesehatan global.

“Pada akhir Agustus 2018 lalu, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Scott Morrison meningkatkan kemitraan Indonesian dan Australia menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif. Saya mengharapkan CEPH dapat berkontribusi pada implementasi pilar ‘people to people connection’ (hubungan antarmasyarakat) dalam kemitraan baru tersebut,” ujar Konjen Subolo.

Konjen Subolo mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan ucapan selamat atas peresmian CEPH Hub for Global Health Security, serta menggarisbawahi komitmen Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney dalam memfasilitasi kerja sama yang telah terjalin dan yang akan dibangun di masa depan antara lembaga universitas tersebut dengan mitranya di  Indonesia.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan