Ginkgo bertahan hidup selama 240 juta tahun

Ginkgo bertahan hidup selama 240 juta tahun
Ilustrasi pohon ginkgo. (Photo by Arielle Allouche on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Pohon ginkgo berhasil bertahan hidup melewati perubahan iklim global dan aktivitas manusia selama 240 juta tahun, demikian dilaporkan oleh kantor berita Xinhua yang dikutip di Jakarta, Ahad.

Sejarah evolusi pohon ginkgo diungkapkan oleh para ilmuan China melalui penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Communications, yang bertujuan memfasilitas konservasi dan budidaya tanaman tersebut.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa fosil hidup ginkgo memberikan peluang yang bagus dalam mempelajari evolusi terkait kepunahan, persaingan, dan adaptasi.

Ginkgo adalah salah satu tanaman tertua yang hidup dan menjadi contoh menarik tentang bagaimana manusia menyelamatkan spesies dari kepunahan dan membantu kebangkitannya.

Para ilmuwan dari Institut Botani di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China, Universitas Zhejiang dan BGI Genomics Institute yang bermarkas di Shenzhen mengurutkan ulang 545 genom pohon ginkgo yang diambil sampelnya dari 51 populasi di seluruh dunia.

Mereka mengidentifikasi tiga tempat perlindungan di China yang membantu menyelamatkan ginkgo dari kepunahan dan mendeteksi beberapa siklus ekspansi dan pengurangan populasi.

Para ilmuwan menandai perubahan iklim utama yang telah membentuk distribusi geografis ginkgo.

Mereka menggunakan pemindaian seluruh genom untuk menemukan gen dan metabolisme yang terkait dengan adaptasi pohon ginkgo ke lingkungan yang berbeda.

Investigasi ini merupakan dasar penting untuk studi lebih lanjut tentang mekanisme potensial kelangsungan hidup dan ketahanan ginkgo.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa beberapa populasi liar pohon ginkgo terganggu oleh aktivitas manusia dan membutuhkan perlindungan lebih lanjut.

Selain menyediakan kerangka evolusi yang komprehensif untuk penelitian dan konservasi ginkgo, penelitian tersebut memberikan contoh untuk penelitian dan perlindungan spesies “fosil hidup” lainnya, yang selanjutnya dapat mengungkapkan rahasia adaptasi dan kepunahan spesies tanaman.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here