
Forum Pengungsi Global 2023 dibuka di Jenewa

Seorang pria duduk di samping sebuah bangunan yang rusak pascaserangan udara Israel di kamp pengungsi Maghazi, Jalur Gaza tengah, pada 10 Desember 2023. (Xinhua)
Forum Pengungsi Global 2023 bertujuan untuk memfokuskan diskusi internasional pada solusi dibandingkan krisis itu sendiri.
Jenewa, Swiss (Xinhua) – Forum Pengungsi Global (Global Refugee Forum/GRF) 2023 yang berlangsung selama tiga hari dimulai di Jenewa pada Rabu (13/12), dengan sekitar 4.000 delegasi dari 165 negara diperkirakan akan menghadiri forum tersebut.Para delegasi, termasuk di antaranya pemimpin pengungsi, kepala negara, pemimpin bisnis, akan membahas berbagai tantangan mendesak dan solusi jangka panjang yang diperlukan bagi orang-orang terlantar, yang 36 juta di antaranya merupakan pengungsi.Komisaris Tinggi Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Filippo Grandi mengatakan dirinya berharap acara tersebut dapat memberikan kesempatan untuk "kembali berkomitmen terhadap beberapa tindakan dasar yang diperlukan untuk merespons pengungsian paksa: melindungi orang-orang yang terpaksa mengungsi, berbagi tanggung jawab dengan pihak yang menampung mereka... dan berupaya mengatasi akar penyebab mereka mengungsi."Dia menuturkan bahwa saat ini, terdapat 114 juta pengungsi dan orang terlantar di dunia, "yang mengalami persekusi, pelanggaran hak asasi manusia, kekerasan, konflik bersenjata, dan kekacauan publik yang serius terpaksa meninggalkan rumah mereka."
Sekelompok pengungsi terlihat di pemukiman pengungsi Gorom di Juba, ibu kota Sudan Selatan, pada 7 Desember 2023. (Xinhua/Denis Elamu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Qatar Charity selesaikan pembangunan rumah sakit gratis di Bogor
Indonesia
•
28 Feb 2020

Bukti baru kekejaman perang biologi Jepang dipublikasikan di China
Indonesia
•
08 Aug 2023

Universitas-universitas di Australia serukan penyediaan kuliah gratis bagi mahasiswa kurang mampu
Indonesia
•
30 Jan 2024

Tokoh dan kisah hebat di balik goresan Montblanc
Indonesia
•
27 Oct 2019


Berita Terbaru

Opini – Memuliakan guru, menjaga akal bangsa
Indonesia
•
16 Aug 2026

Feature – Dari benteng berusia 2.000 tahun, perempuan Afghanistan menemukan jalan lewat seni
Indonesia
•
16 Aug 2026

621 tahun jejak Cheng Ho, Semarang kembali hidupkan warisan akulturasi budaya
Indonesia
•
16 Aug 2026

Anak di bawah 16 tahun bakal dilarang akses media sosial di Norwegia
Indonesia
•
15 Aug 2026
