Empat museum Saudi pamerkan sejarah dan budaya nasional

Empat museum Saudi pamerkan sejarah dan budaya nasional
Gedung pameran arsitektur dua masjid suci di Makkah. (Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci, Umat Islam kini dapat menjelajahi sejarah dan budaya Arab Saudi dengan berkunjung ke museum yang jumlah dan pelayanannya semakin meningkat.

Baru-baru ini empat museum regional Saudi telah rampung dengan biaya lebih dari 224 juta riyal Saudi (1 riyal Saudi=3.700 rupiah), demikian laporan Arab News yang dikutip di Jakarta, Rabu.

Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional (SCTH) mengatakan gedung-gedung baru museum tersebut, yang terletak di Asir, Hail, Tabuk dan Jouf, akan segera dibuka sebagai bagian Visi Kerajaan 2030 guna mempromosikan warisan budaya negara itu.

Proyek pembangunan empat museum tersebut berada di bawah Program Transformasi Nasional 2020 yang bertujuan membangun, memperluas dan mengembangkan 13 museum regional di seluruh kerajaan.

Selain membangun museum-museum baru, prakarsa ini juga merancang pameran dengan teknik presentasi visual internasional terbaru.

Didukung oleh Presiden SCTH, Ahmad Al-Khateeb, dan para gubernur regional Saudi, upaya melestarikan peninggalan dan sejarah kerajaan merupakan komponen utama dalam membantu meningkatkan ekonomi pariwisata negara tersebut.

Lebih dari 1.000 lapangan kerja diharapkan tersedia dengan dibangunya museum-museum tersebut. Para lulusan universitas yang memenuhi syarat untuk mengerjakan tugas-tugas khusus juga akan terlibat dalam mengelola kegiatan-kegiatan di museum.

Secara arsitektur, museum-museum baru tersebut dirancang dengan bentuk sedemikian sehingga mencerminkan identitas dan budaya masing-masing daerah.

Sementara itu, pameran ditampilkan secara kronologis, mulai dari zaman prasejarah dan munculnya peradaban awal di setiap wilayah dan diakhiri dengan era moderen, termasuk dengan memamerkan kerajinan dan industri tradisional.

Sejarah regional juga akan dijelaskan kepada para pengunjung melalui program khusus, dan pameran yang berfokus pada kategori tertentu.

Selain itu ada juga acara dan kegiatan sosial, budaya dan ilmiah yang akan disorot bersama dengan peluang investasi pariwisata.

Museum

Museum di Jouf yang menghabiskan biaya pembangunan lebih dari 61 juta riyal Saudi menempati lahan seluas 12.000 meter persegi di Dumat Al-Jandal. Museum ini menghadap ke area arkeologi penting yang mencakup Kastil Marid dan Masjid Umar, serta berdekatan dengan Museum Al-Nuwaiser dan tengara Jouf lainnya.

Sementara itu, museum regional Asir yang dibangun dengan biaya sebesar 31 juta riyal Saudi memiliki luas lebih dari 7.000 meter persegi di pusat kota Abha.

Sedangkan museum baru di Hail dibangun di atas lahan seluas 11.000 meter persegi di dekat Pusat Budaya Pangeran Sultan dengan biaya 66,5 juta riyal Saudi.

Adapun museum regional di Tabuk berada di lahan seluas 12.854 meter persegi. Dana sebesar 65.6 juta riyal Saudi digunakan untuk membangun museum yang berada di dalam situs stasiun kereta api bersejarah di pusat Tabuk itu.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here