Ekonomi halal diperkirakan bernilai 3,2 triliun dolar AS 2024

Ekonomi halal diperkirakan bernilai 3,2 triliun dolar AS 2024
Ilustrasi. Peringkat pertama dalam sektor ekonomi Islam adalah industri makanan dan minuman, dengan total perkiraan nilai sekitar 1,4 triliun dolar AS (sekitar 20.074,3 triliun rupiah), dan diharapkan tumbuh mendekati 2 triliun dolar AS (29.639 triliun rupiah) pada tahun 2021. (Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Sektor ekonomi Halal diperkirakan bernilai 3,2 triliun dolar AS (sekitar 47.422,4 triliun rupiah) pada tahun 2024, menurut edisi kedua Buku Panduan Halal berjudul ‘Dubai – Gerbang Global untuk Industri Halal: Panduan Langkah-demi-Langkah’.

Buku panduan tersebut mengungkap tren utama yang akan bertahan lama pada ekonomi regional, dan membantu dalam memberikan gambaran yang jelas tentang ekonomi Islam nasional dan internasional, menurut Kantor Berita Uni Emirat Arab (WAM).

Menurut Laporan Ekonomi Islam Global (State of the Global Islamic Economy Report) tahun 2019/2020, ekonomi Islam bernilai 2,2 triliun dolar AS (sekira 32.602,9 triliun rupiah) pada 2018, yang menyumbang 12 persen dari pengeluaran global di sektor makanan, farmasi, dan gaya hidup.

Daya beli juga telah menyaksikan peningkatan yang signifikan dan akan tumbuh sebesar 6,2 persen.

Peringkat pertama dalam sektor ekonomi Islam menurut buku panduan tersebut adalah industri makanan dan minuman, dengan total perkiraan nilai sekitar 1,4 triliun dolar AS (sekitar 20.074,3 triliun rupiah), dan diharapkan tumbuh mendekati 2 triliun dolar AS (29.639 triliun rupiah) pada tahun 2021.

Busana Muslim adalah sektor terpopuler kedua, senilai 283 miliar dolar AS (sekira 4.193 triliun rupiah).

Media bertema Islam, obat-obatan halal dan kosmetik halal juga telah diidentifikasi oleh buku panduan Dubai sebagai pemain kunci dalam perekonomian.

Diluncurkan pada tahun 2017, edisi pertama dari panduan tersebut telah terbukti menjadi aset dalam mencapai rencana jangka panjang untuk ekonomi halal yang diinginkan oleh pemimpin lokal dan regional.

Dikembangkan oleh Otoritas Zona Bebas Bandara Dubai (DAFZA/Dubai Airport Freezone Authority) dengan dukungan Pusat Pengembangan Ekonomi Islam Dubai (DIEDC/Dubai Islamic Economy Development Centre), Pusat Perdagangan dan Pemasaran Halal (HTMC/ The Halal Trade & Marketing Center), dan DinarStandard, edisi kedua buku panduan itu menguraikan peluang pertumbuhan ekonomi Islam halal, termasuk ekosistem pendukungnya, arus perdagangan halal, dan proses sertifikasi dan kepatuhan halal.

Untuk perusahaan yang ingin berpartisipasi dalam ekonomi halal, DAFZA menawarkan berbagai layanan guna memastikan pengaturan operasi bisnis yang lancar.

Zona bebas menyediakan akses ke berbagai layanan pemerintahan dan bisnis di satu lokasi terpusat.

DAFZA juga melayani perusahaan yang bergerak dalam ekonomi halal dengan infrastruktur canggih untuk memperlancar operasi bisnis dan mendorong pertumbuhan usaha.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here