Ekonomi digital China capai 86,5 kuadriliun rupiah pada 2020

Ekonomi digital China capai 86,5 kuadriliun rupiah pada 2020
Ilustrasi. Ekonomi digital telah menjadi pilihan utama bagi negara-negara di seluruh dunia yang berusaha untuk melakukan pemulihan akibat pandemik COVID-19. (Ahmad Ardity from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Ekonomi digital China tumbuh menjadi 39,2 triliun yuan atau sekitar 6,07 triliun dolar AS (sekira 86,5 kuadriliun rupiah) pada 2020, menurut Kantor Berita Xinhua yang dikutip pada Senin.

Angka tersebut menyumbang 38,6 persen dari total PDB (Produk Domestik Brupto) negara itu dan naik 9,7 persen tahun ke tahun (year-on-year), menurut laporan perkembangan internet di China yang dirilis oleh Chinese Academy of Cyberspace Studies pada Konferensi Internet Dunia Wuzhen, yang dibuka pada Ahad (26/9) di Wuzhen, Provinsi Zhejiang, China timur.

Pada tahun 2020, volume transaksi e-commerce yang tercatat di China mencapai 37,21 triliun yuan (sekira 82,04 kuadriliun rupiah), naik 4,5 persen dari 2019, sementara pendapatan operasional sektor layanan e-commerce mencapai 5,45 triliun yuan (sekitar 12,01 kuadriliun rupiah), meningkat 21,9 persen y-o-y, menurut laporan tersebut.

Ekonomi digital telah menjadi pilihan utama bagi negara-negara di seluruh dunia yang berusaha untuk melakukan pemulihan akibat pandemik COVID-19.

Sektor tersebut juga bertujuan mempercepat transformasi ekonomi dan sosial, kata sebuah laporan tentang perkembangan internet global yang dirilis secara bersamaan pada Ahad.

Laporan itu menyebutkan bahwa infrastruktur informasi yang baru secara bertahap menjadi kekuatan pendorong baru bagi pertumbuhan ekonomi global.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here