Dunia akui kemajuan teknologi nuklir Indonesia

Dunia akui kemajuan teknologi nuklir Indonesia
Ilustrasi pembangkit nuklir. (Photo by Frédéric Paulussen on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Kemajuan teknologi nuklir Indonesia dengan berbagai inovasi di bidang pertanian dan kesehatan telah mendapat pengakuan dari dunia melalui Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir menyatakan bahwa saat ini Indonesia memiliki Kesepakatan Praktis dengan IAEA guna memudahkan kerja sama teknis di antara negara berkembang dalam berbagai kerangka termasuk Kerja Sama Selatan-Selatan, demikian dikutip dari Jaringan Pemberitaan Pemerintah (JPP) di Jakarta, Rabu.

“Indonesia telah memperkuat kemampuan safeguards (melindungi) nuklir yang dikembangkan IAEA di kawasan Asia-Pasifik, antara lain melalui keketuaan Indonesia pada Jaringan Perlindingan Asia-Pasifik (APSN),” terang Menteri M Nasir dalam Sidang Umum IAEA ke-63 di Wina, Austria, Senin (16/9).

Kemajuan teknologi nuklir di tanah air juga melatarbelakangi IAEA menunjuk Indonesia sebagai Collaborating Centre for Plant Mutation Breeding atau Pusat Kerja Sama Untuk Pengembangbiakan Mutasi Tanaman, imbuh menteri.

Indonesia juga menjadi negara kontributor dalam Gagasan Penggunaan Nuklir Untuk Tujuan Damai atau IAEA Peaceful Uses Initiatives, dan menjadi negara penyedia bantuan untuk meningkatkan kapasitas teknis nuklir sejumlah negara dalam kerangka Proyek Kapasitas Nuklir yang akan dimulai tahun depan.

Di sektor pertanian, Indonesia telah mengembangkan varietas padi dan kedelai unggul dengan teknologi nuklir, yang berkontribusi dalam mencapai ketahanan pangan nasional.

Inovasi ini juga didukung oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Organisasi Pembangunan Industri (UNIDO) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Indonesia juga mengembangan teknologi nuklir di bidang kesehatan.

“Saat ini Indonesia dan IAEA bekerja sama mengembangkan kedokteran nuklir nasional, khususnya untuk penanganan penyakit kanker,” ujar Menteri Nasir.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here