COVID-19 – Warga Rusia di atas 60 tahun boleh ikut uji klinis vaksin

COVID-19 – Warga Rusia di atas 60 tahun boleh ikut uji klinis vaksin
Ilustrasi. Warga Rusia yang berusia di atas 60 tahun akan dibolehkan berpartisipasi dalam uji klinis pasca-pendaftaran vaksin COVID-19, Sputnik V. (National Cancer Institute on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Warga Rusia yang berusia di atas 60 tahun akan dibolehkan berpartisipasi dalam uji klinis pasca-pendaftaran vaksin COVID-19, Sputnik V, buatan Rusia, kata Ajudan Kementerian Kesehatan Rusia Alexey Kuznetsov kepada Kantor Berita TASS pada Rabu.

“Warga berusia di atas 18 tahun diizinkan untuk mengikuti uji klinis pasca-pendaftaran berskala besar dari vaksin Gam-COVID-Vac (Sputnik V) yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Federal Gamaleya Untuk Epidemiologi dan Mikrobiologi di bawah Kementerian Kesehatan Rusia. Tidak ada batasan usia maksimal untuk relawan,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menginformasikan bahwa orang yang berusia di atas 18 tahun akan diizinkan untuk mengambil bagian dalam uji klinis vaksin di Moskow.

Petunjuk penggunaan vaksin menjelaskan bahwa vaksin tersebut dapat digunakan oleh mereka yang berusia 18-60 tahun.

Pada 11 Agustus, Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin virus corona dengan nama Sputnik V.

Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko menerangkang bahwa vaksin yang dibuat oleh Pusat Penelitian Gamaleya Untuk Epidemiologi dan Mikrobiologi itu telah menunjukkan efektivitas dan keamanan dalam hasil uji klinis.

Vaksin tersebut dibuat pada platform yang telah digunakan untuk pengembangan sejumlah vaksin lainnya.

Pada 15 Agustus, Kementerian Kesehatan Rusia mengumumkan peluncuran produksi vaksin tersebut.

Sebelumnya, Direktur Pusat Penelitian Gamaleya, Alexander Ginzburg, memberi tahu TASS bahwa vaksinasi para relawan pada uji coba pasca-pendaftaran akan dimulai pada 5-7 September.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here