COVID-19 – Taiwan rilis syarat penerima vaksin AstraZeneca

COVID-19 – Taiwan rilis syarat penerima vaksin AstraZeneca
Ilustrasi. Pusat Komando Epidemi Taiwan (CECC) mengatakan bahwa kategori orang tertentu tidak akan diberi vaksin COVID-19 AstraZeneca, sementara yang lain harus mempertimbangkan risiko sebelum divaksinasi. (Mufid Majnun on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Pusat Komando Epidemi Taiwan (CECC) mengatakan pada Senin (15/3) bahwa kategori orang tertentu tidak akan diberi vaksin COVID-19 AstraZeneca, sementara yang lain harus mempertimbangkan risiko sebelum divaksinasi.

CECC menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca tidak akan diberikan kepada mereka dengan kondisi tertentu.

Pertama, mereka yang alergi terhadap salah satu bahan dalam vaksin, yakni L-Histidine; L-Histidine hydrochloride monohydrate; magnesium klorida heksahidrat; polisorbat 80; etanol; sukrosa; natrium klorida; disodium edetate; air

Kedua, berusia di bawah 18 tahun.

Ketiga, mereka yang mengalami reaksi alergi parah setelah menerima dosis pertama dari dua dosis yang diperlukan. Jika hak ini terjadi, mereka tidak boleh menerima dosis kedua.

Keempat, siapa pun dengan infeksi parah termasuk suhu tinggi atau penyakit akut lainnya harus menunggu gejala mereda sebelum mendapatkan vaksin AstraZeneca.

Selain itu, masyarakat harus mempertimbangkan dengan cermat manfaat dan risiko vaksin AstraZeneca sebelum memutuskan menerimanya, jika berada dalam kondisi sebagai berikut.

  1. Memiliki jumlah trombosit darah yang rendah atau gangguan pembekuan darah.
  2. Mengidap gangguan imunodefisiensi atau sedang menerima pengobatan yang dapat menyebabkan imunosupresi.
  3. Hamil atau mungkin sedang hamil.
  4. Sedang menyusui.

Setiap orang yang menerima vaksin harus tetap berada di tempat vaksinasi setidaknya selama setengah jam, sehingga mereka dapat tertolong jika terjadi reaksi alergi yang parah.

Taiwan menerima batch pertama vaksin COVID-19, yang terdiri dari 117.000 dosis AstraZeneca yang dibeli oleh pemerintah pada 3 Maret.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Taiwan saat ini sedang memeriksa vaksin tersebut.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here