COVID-19 – Relawan uji vaksin Vector Rusia tidak menunjukkan efek samping

COVID-19 – Relawan uji vaksin Vector Rusia tidak menunjukkan efek samping
Ilustrasi. Semua relawan yang disuntik vaksin virus corona baru yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Virologi dan Bioteknologi Vector State dalam keadaan sehat, tidak ada menunjukkan efek samping. (Photo from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Semua relawan yang disuntik vaksin virus corona baru yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Virologi dan Bioteknologi Vector State dalam keadaan sehat, tidak ada menunjukkan efek samping.

Uji klinis vaksin dijadwalkan akan selesai pada bulan September, menurut Kantor Berita TASS mengutip pernyataan layanan pers Layanan Federal untuk Pengawasan tentang Perlindungan Hak Konsumen dan Kesejahteraan Manusia Jumat (21/8).

“Semua relawan yang diinokulasi merasa sehat. Sampai saat ini, vaksinasi pertama diberikan kepada 57 relawan, sedangkan 43 menerima plasebo. Enam relawan mencatat nyeri di tempat suntikan. Nyeri itu tidak signifikan dan bersifat jangka pendek (1-2 hari). Tidak ada efek samping yang diamati di antara para sukarelawan,” bunyi pernyataan itu.

Plasebo adalah obat kosong yang tidak mengandung zat aktif dan tidak memberikan pengaruh apa-apa terhadap kesehatan, digunakan sebagai kontrol untuk membandingkan hasil atau efek yang diperoleh dari obat yang sesungguhnya.

Badan tersebut menambahkan, vaksin EpiVacCorona menghasilkan respon imun setelah pemberian ganda dengan selang waktu 14-21 hari.

Sampai saat ini, hanya satu relawan yang telah disuntik dua kali.

“Uji klinis rencananya akan selesai pada September 2020,” kata pengawas sanitasi.

Pada 11 Agustus lalu, Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin melawan virus corona yang diberi nama Sputnik V.

Persiapannya dikembangkan oleh Lembaga Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya di bawah Kementerian Kesehatan Rusia, dan lolos uji klinis pada bulan Juni – Juli.

Pada 15 Agustus, kementerian Rusia mengumumkan peluncuran produksi vaksin tersebut.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here