COVID-19 – Lebih dari 500.000 tenaga kesehatan Indonesia telah divaksin

COVID-19 – Lebih dari 500.000 tenaga kesehatan Indonesia telah divaksin
Ilustrasi. Sebanyak 539.532 tenaga kesehatan di Indonesia hingga Senin (1/2/2021) telah menerima vaksin melawan virus corona baru pada tahap pertama, dari total sasaran yang diharapkan sebanyak 1.531.072 orang. (Fernando Zhiminaicela from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Sebanyak 539.532 tenaga kesehatan di Indonesia hingga Senin (1/2) telah menerima vaksin melawan virus corona baru pada tahap pertama, dari total sasaran yang diharapkan sebanyak 1.531.072 orang.

Dari jumlah sasaran tersebut, sebanyak 1.501.491 orang telah melakukan pendaftaran ulang, menurut keterangan dari Kementerian Kesehatan RI.

Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi COVID-19, Siti Nadia Tarmidzi, mengatakan pemerintah optimistis dapat menyelesaikan target vaksinasi seluruh tenaga kesehatan di tanah air hingga akhir Februari tahun ini.

Dia menambahkan, program vaksinasi COVID-19 nasional tahap kedua akan menyasar sekitar 17,4 juta petugas pelayanan publik.

“Sepuluh juta dosis vaksin yang kita terima hari ini rencananya digunakan untuk melakukan vaksinasi tahap kedua bagi petugas pelayanan publik yang bekerja di daerah yang terpapar COVID-19,” ujarnya.

Sebanyak 10 juta dosis bahan baku vaksin COVID-19 Sinovac dari China dan 1 juta overfill dalam bentuk setengah jadi untuk mengantisipasi proses produksi, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Selasa pagi.

Dengan jumlah tersebut, maka jumlah total vaksin yang sudah ada di Indonesia sebanyak 28 juta dosis, baik dalam bentuk siap pakai maupun bahan baku yang diproses lebih lanjut oleh Bio Farma.

Nadia menerangkan, vaksinasi dimulai dengan menargetkan lebih dari 1,5 juta tenaga kesehatan, dilanjutkan dengan 17,4 petugas pelayanan publik, hingga diharapkan mencakup 181,5 juta penduduk Indonesia. Langkah ini bertujuan membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Setelah terbentuk kekebalan kelompok, maka mereka yang tidak bisa menerima vaksin COVID-19 karena kondisi kesehatan tertentu dapat terhindar dari penularan virus corona.

“Vaksinasi sangat penting dan memiliki manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan risikonya. Berdasarkan laporan dari Komisi Nasional, kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) hingga saat ini masih bersifat ringan dan tidak ada yang serius,” kata Nadia.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here