COVID-19 – Ilmuwan ingatkan mutasi virus yang sangat tinggi

COVID-19 – Ilmuwan ingatkan mutasi virus yang sangat tinggi
Ilustrasi. (Fusion Medical Animation on Unsplash)

Bekasi, Jawa Barat (Indonesia Window) – Ilmuwan memperingatkan adanya varian baru COVID-19 yang telah muncul di Afrika bagian selatan dengan jumlah mutasi yang “sangat tinggi”.

Dikhawatirkan varian yang secara resmi bernama B.1.1529 dan pertama kali diidentifikasi di Botswana itu dapat mendorong penularan penyakit lebih lanjut.

Sangat sedikit kasus, hanya 10, yang telah diidentifikasi sejauh ini, semuanya terkait dengan Afrika bagian selatan.

Tiga kasus pertama diidentifikasi di Botswana, dan enam lainnya ditemukan di Afrika Selatan. Kasus terakhir diidentifikasi di Hong Kong, pada seorang pelancong yang telah kembali dari Afrika Selatan.

Virus corona berevolusi saat menyebar dan banyak varian baru, termasuk yang memiliki mutasi yang mengkhawatirkan. Para ilmuwan memantau kemungkinan perubahan yang bisa lebih menular atau mematikan.

Kelompok kerja teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bertemu pada Jumat untuk menilai varian baru dan akan memutuskan apakah akan memberinya nama dari alfabet Yunani atau tidak.

“Kekhawatirannya adalah ketika Anda memiliki begitu banyak mutasi, itu dapat berdampak pada bagaimana virus berperilaku,” Maria Van Kerkhove, pemimpin teknis WHO untuk Covid-19, mengatakan pada konferensi pers virtual.

“Ini akan memakan waktu beberapa pekan bagi kami untuk memahami apa dampak varian ini terhadap vaksin potensial,” tambahnya.

Kepala Eksekutif Badan Keamanan Kesehatan Inggris Jenny Harries mengatakan, “Ini adalah varian paling signifikan yang kami temui hingga saat ini dan penelitian mendesak sedang dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang penularan, tingkat keparahan, dan kerentanannya terhadap vaksin.”

Varian ini pertama kali diidentifikasi pada awal pekan ini, membuat Inggris segera memberlakukan pembatasan perjalanan untuk Afrika Selatan dan lima negara tetangganya.

Inggris mengumumkan untuk sementara waktu melarang penerbangan dari Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Lesotho dan Eswatini mulai pukul 12.00 GMT pada hari Jumat, dan pelancong Inggris yang kembali dari tujuan tersebut harus dikarantina.

Sumber: Arab News

Laporan: Raihana Radhwa

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here