COVID-19 – Ilmuan kaitkan penularan COVID-19 dan genetika

COVID-19 – Ilmuan kaitkan penularan COVID-19 dan genetika
Ilustrasi. (Photo by National Cancer Institute on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Risiko tertular COVID-19 dan tingkat keparahan penyakit yang disebabkannya berkaitan dengan peningkatan genetik seseorang, kata Mikhail Churnosov yang mengepalai Laboratorium Genetika Molekuler dan profesor di Belgorod State National Research University (BelSU NRU) kepada Kantor Berita TASS.

“Mengapa beberapa orang terinfeksi, atau sakit parah, dan yang lain tidak? Salah satu penjelasannya adalah karakteristik genetik individu termasuk yang menentukan kinerja enzim tertentu, khususnya angiotensin-converting enzyme (ACE),” jelasnya.

Menurut dia, sekitar 90 persen penyakit manusia bersifat genetik sampai batas tertentu, termasuk kecenderungan penyakit menular, dalam hal ini pada COVID-19.

“Penyebab penyakit ini adalah virus corona yang memicu penyakit begitu masuk ke dalam tubuh. Tetapi beberapa (orang) lebih peka terhadapnya, sedangkan yang lain kurang, dan perjalanan penyakit juga ditentukan oleh faktor genetik,” terang Churnosov.

Enzim pengonversi angiotensin adalah enzim khusus yang mempertahankan keseimbangan air-elektrolit dan tekanan darah arteri normal. Jejak ACE ditemukan di semua jaringan tubuh manusia dan dalam darah.

Menurut Churnosov, orang dengan darah tipe A adalah yang paling rentan terhadap infeksi virus corona.

“Dalam kasus khusus, golongan darah adalah penanda genetik dari gen tetangga yang menentukan reaksi tubuh terhadap berbagai objek eksternal. Patologi somatik yang serius seperti diabetes, obesitas, dan penyakit lain yang bersifat genetik, juga merupakan faktor yang dapat menyebabkan perjalanan penyakit yang parah akibat virus corona,” lanjutnya.

Sejumlah pendapat mengatakan reseptor (molekul protein yang menerima sinyal kimia dari luar sel) ACE yang menentukan kecenderungan terhadap infeksi COVID-19 juga terlibat dalam pengembangan obesitas, hipertensi, dan diabetes, kata profesor tersebut.

Dia menambahkan bahwa penelitian masa depan tentang kecenderungan genetik untuk infeksi virus corona dapat dilakukan di Laboratorium Genetika Molekuler BelSU NRU.

“Siapa yang mungkin tertular penyakit tertentu dan rentan terhadap berbagai penyakit didasarkan pada karakteristik genetik yang kita semua miliki. Kita menerimanya dari orang tua kita dan mereka diturunkan dari generasi ke generasi. Ada juga faktor lingkungan yang memunculkannya atau berfungsi sebagai faktor risiko. Jika ada, seseorang dengan kecenderungan turun-temurun seperti itu secara signifikan meningkatkan risiko terserang penyakit,” terang Churnosov.

Statistik terbaru menunjukkan lebih dari 10,5 juta orang telah terinfeksi di seluruh dunia dan lebih dari 514 ribu kematian telah dilaporkan.

Sampai saat ini Rusia mencatat 654.405 kasus COVID-19 terkonfirmasi dengan 422.931 pasien dinyatakan sembuh, dan 9.536 orang meninggal dunia.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here