COVID-19 – 88 juta dosis vaksin telah disuntikkan kepada masyarakat Indonesia

COVID-19 – 88 juta dosis vaksin telah disuntikkan kepada masyarakat Indonesia
Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi dari rumah ke rumah di Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur, Kamis (19/8/2021). (Sekretariat Presiden RI)

Jakarta (Indonesia Window) – Sekitar 88 juta dosis vaksin COVID-19 telah disuntikkan kepada masyarakat sasaran di Indonesia hingga awal Agustus 2021.

“Artinya, dari 400 juta lebih kebutuhan vaksin, hampir 25 persen dari dosis vaksin sudah kita suntikkan,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam agenda Siaran Sehat Bersama Dokter Reisa yang dipantau melalui YouTube RRI Net Official, Senin sore.

Nadia mengatakan sampai saat ini sudah ada enam merek vaksin di Tanah Air, yang terdiri atas Sinovac dan Sinopharm buatan China, Moderna dan Pfizer dari perusahaan farmasi Amerika Serikat, AstraZeneca buatan perusahaan multinasional Inggris-Swedia, serta vaksin Bio Farma produksi dalam negeri.

Sebelumnya, pada Kamis (19/8), Indonesia menerima pengiriman perdana vaksin Pfizer sebanyak 1,5 juta dosis dari 50 juta dosis yang telah dipesan oleh pemerintah, imbuhnya.

“Selain itu kita juga sudah menerima 450.000 vaksin AstraZeneca dan pada Jumat (20/8) ada lagi tambahan 500.000 vaksin AstraZeneca. Jadi ini melengkapi kebutuhan dalam rangka memvaksinasi 208 juta sasaran,” kata Nadia.

Hingga saat ini Indonesia telah menerima 170 juta dosis vaksin, yang sebagiannya sudah digunakan.

Nadia mengatakan pemerintah terus berupaya mempercepat vaksinasi tahap kedua yang menyasar anak dan remaja berusia di atas 12 tahun.

Selanjutnya, mulai September sampai Desember 2021, kata Nadia, Indonesia akan menerima kiriman vaksin dalam jumlah lebih banyak, yang mencapai 80 juta dosis.

“Ini menjadi penting, begitu vaksin tersedia kita harus meningkatkan jumlah penyuntikan, hingga 2 juta dosis per hari,” kata Nadia.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here