COVID-19 – Uji vaksin Vietnam pada manusia dimulai 17 Desember

COVID-19 – Uji vaksin Vietnam pada manusia dimulai 17 Desember
Ilustrasi. Vaksin COVID-19 buatan Vietnam, Nanocovax, akan diujicobakan pada manusia mulai 17 Desember 2020. (Freepik)

Jakarta (Indonesia Window) – Vaksin COVID-19 buatan Vietnam, Nanocovax, akan diujicobakan pada manusia mulai 17 Desember, menurut Kantor Berita Vietnam (VNA) yang dikutip di Jakarta, Senin.

Do Minh Sy, Direktur Penelitian dan Pengembangan produsen vaksin Nanogen Pharmaceutical Biotechnology JSC, mengatakan pada 9 Desember bahwa proyek penelitian dan produksi vaksin COVID-19 telah dilakukan sejak Maret.

Nanocovax dikembangkan berdasarkan teknologi protein rekombinan, imbuhnya.

Seperti obat atau vaksin lainnya, Nanocovax telah menjalani tahap pengembangan dan pengujian ketat, katanya, menambahkan bahwa vaksin ini telah diuji pada tikus laboratorium, hamster, dan monyet.

Semua uji tersebut menunjukkan hasil yang sangat positif, sehingga perusahaan memutuskan untuk mengajukan uji coba pada manusia.

Dengan izin Kementerian Kesehatan, tahap pertama uji coba manusia yang dimulai pada 17 Desember akan melibatkan 60 orang berusia antara 18 dan 50 tahun dan dalam keadaan sehat.

Setelah sekitar dua hingga empat pekan, mereka akan diuji antibodi COVID-19 dan melanjutkan ke tahap kedua, yang akan dimulai pada Januari tahun depan dengan sekitar 400 relawan berusia 18 hingga 60 tahun.

Tahap ketiga akan mencakup 3.000 orang berusia antara 12 dan 70 tahun dan dimulai pada Maret, kata Sy.

Jika uji coba pada manusia berhasil, Nanogen Pharmaceutical Biotechnology JSC akan memproduksi sekitar 2 juta dosis dalam bentuk uji coba berbentuk suntikan, semprotan hidung, dan obat tetes mata, guna memenuhi kebutuhan kelompok usia yang berbeda.

Kapasitas produksi maksimumnya sekitar 50 juta dosis setahun, menurut Sy.

Selain Nanocovax, Vietnam memiliki beberapa kandidat vaksin COVID-19 lainnya yang sedang dikembangkan oleh Vabiotech bernama Polyvac, dan lembaga Institute of Vaccines and Medical Biologicals.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here