COVID-19 – Rusia tak tawarkan vaksinasi komersial bagi warga asing

COVID-19 – Rusia tak tawarkan vaksinasi komersial bagi warga asing
Ilustrasi. Rusia mengesampingkan kemungkinan menawarkan vaksinasi COVID-19 berbayar, termasuk kepada wisatawan asing. (Freepik)

Jakarta (Indonesia Window) –Rusia mengesampingkan kemungkinan menawarkan vaksinasi COVID-19 berbayar, termasuk kepada wisatawan asing, kata seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan Rusia pada Rabu (28/10).

Alexei Kuznetsov, seorang pembantu menteri kesehatan Rusia, mengatakan kepada Kantor Berita TASS bahwa warga Rusia akan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi pertama.

Komentar itu muncul sebagai tanggapan atas laporan media asing bahwa agen perjalanan di negara-negara tertentu sudah mulai menawarkan ‘tur vaksinasi virus corona’ ke Rusia kepada klien mereka.

“Ini tidak lain hanyalah penipuan biasa. Vaksinasi COVID-19 secara komersial dikesampingkan, terutama untuk wisatawan (asing). Vaksinasi sudah berjalan, dan gratis bagi warga. Vaksinasi bagi warga Rusia adalah prioritas mutlak kami,” kata pejabat itu.

“Segala bentuk pasokan vaksin komersial hanya dapat didiskusikan setelah permintaan domestik terpenuhi,” tambah Kuznetsov.

Menurut laporan TV Ceko, seorang pengusaha lokal mulai menawarkan tur ke Rusia bagi orang-orang yang ingin mendapatkan vaksinasi dengan vaksin Sputnik V Rusia.

Tur ditawarkan dengan harga lebih dari 1.170 euro (sekitar 20,3 juta rupiah) dan lebih tinggi, dengan biaya kurir tambahan sekitar 170 euro (sekitar 2,9 juta).

Pada 11 Agustus, vaksin Sputnik V yang dikembangkan oleh Lembaga Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya didaftarkan oleh Kementerian Kesehatan Rusia dan menjadi vaksin COVID-19pertama yang terdaftar di dunia.

Uji coba pasca-pendaftaran dimulai di Moskow pada 7 September. Dosis pertama vaksin diberikan pada 9 September.

Secara keseluruhan, program tersebut melibatkan sekitar 40.000 orang, termasuk 10.000 orang yang menerima plasebo alih-alih vaksin.

Plasebo adalah obat kosong yang tidak mengandung zat aktif dan tidak memberikan pengaruh apa-apa terhadap kesehatan, digunakan sebagai kontrol untuk membandingkan hasil atau efek yang diperoleh dari obat yang sesungguhnya.

Lebih dari 50 negara di Persemakmuran Negara-negara Merdeka (Armenia, Azerbaijan, Belarus, Georgia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Moldova, Russia, Tajikistan, Turkmenistan, Ukraine, and Uzbekistan), Eropa, Asia, Timur Tengah dan Amerika Latin telah mengajukan permohonan Sputnik V.

Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) mengumumkan perjanjian pasokan sebelumnya dengan Meksiko untuk 32 juta dosis, dengan Brasil hingga 50 juta dosis, India 100 juta dosis, serta Uzbekistan hingga 35 juta dosis dan Nepal 25 juta dosis.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here