COVID-19 – Rusia garap vaksin gabungan lawan virus corona dan flu

COVID-19 – Rusia garap vaksin gabungan lawan virus corona dan flu
Ilustrasi. Pusat penelitian Rusia, Vector, sedang mengerjakan vaksin gabungan yang akan melindungi tubuh dari flu dan COVID-19. (Freepik)

Jakarta (Indonesia Window) – Pusat penelitian Rusia, Vector, sedang mengerjakan vaksin gabungan yang akan melindungi tubuh dari flu dan COVID-19, kata Direktur Vector Rinat Maksyutov pada Rabu (21/10), menurut Kantor Berita Sputnik.

“Pusat kami saat ini sedang mengerjakan vaksin gabungan untuk melawan virus corona dan flu musiman,” kata Maksyutov di sebuah forum diskusi.

Dia menambahkan, vaksin virus corona Rusia, EpiVacCorona, yang dikembangkan oleh pusat penelitian Vector, benar-benar aman, baik bagi orang tua maupun mereka yang menderita alergi.

“Vaksin ini benar-benar aman, baik untuk relawan yang sehat, orang yang menderita kondisi kronis dan alergi, dan orang lanjut usia. Kami bahkan sedang menjajaki kemungkinan untuk melakukan uji klinis pada anak-anak, usia 14-17 tahun, dengan komposisi vaksin yang tidak diubah,” jelas Maksyutov.

Rusia mendaftarkan vaksin virus corona pertama di dunia bernama Sputnik V, pada 11 Agustus.

Vaksin tersebut dikembangkan oleh Lembaga Penelitian Gamaleya dan Dana Investasi Langsung Rusia (Russian Direct Investment Fund/RDIF).

Pada forum diskusi tersebut, CEO RDIF, Kirill Dmitriev, mengatakan investasi aktif baru dimulai pada Januari tahun ini, ketika virus corona baru saja muncul.

“Tidak seperti banyak dana lain yang memutuskan untuk tidak berinvestasi di area ini, karena mereka tidak mengerti bahwa ini akan menjadi epidemi yang serius, banyak investor mengira ini akan segera berakhir. Karena kami adalah investor yang belajar untuk meramal masa depan, kami segera menyadari ini akan menjadi sesuatu yang serius dan bertahan lama,” terangnya.

Vaksin Rusia telah didiskreditkan sebagai bagian dari pertempuran vaksin geopolitik, kata Dmitriev.

“Kami memang melihat serangan yang kuat terhadap vaksin Rusia, yang dimulai bahkan sebelum didaftarkan, dan segera setelah dilaporkan bahwa vaksin itu sedang dikembangkan,” imbuhnya.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here