COVID-19 – Otoritas kesehatan Saudi siap ikut uji vaksin

COVID-19 – Otoritas kesehatan Saudi siap ikut uji vaksin
Ilustrasi. Pusat Penelitian Medis Internasional Raja Abdullah (KAIMRC) di Arab Saudi siap mengambil bagian dalam uji coba lanjutan vaksin COVID-19. (National Cancer Institute on Unsplash)

Nganjuk, Jawa Timur (Indonesia Window) – Pusat Penelitian Medis Internasional Raja Abdullah (KAIMRC) di Arab Saudi siap mengambil bagian dalam uji coba lanjutan vaksin COVID-19, menurut laporan Arab News yang diterima di Nganjuk, Jawa Timur, Selasa.

Sekitar 40 vaksin potensial sedang diuji pada manusia. Sembilan di antaranya berada pada tahap uji klinis lanjutan untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitasnya dalam melindungi manusia dari virus corona yang mewabah sejak akhir tahun lalu.

KAIMRC mengkonfirmasi kesiapannya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Kerajaan dan Otoritas Makanan dan Obat Saudi (SFDA).

Dr. Naif Al-Harbi, kepala unit pengembangan obat KAIMRC, mengatakan kepada saluran berita TV Al-Ekhbariya bahwa memiliki sembilan vaksin dalam tahap tiga uji klinis terbilang cepat, kurang dari setahun setelah munculnya virus baru itu.

KAIMRC telah bekerja sama dengan satu perusahaan farmasi China secara khusus untuk membantu mengevaluasi dan mempercepat pengembangan vaksinnya.

“Selama dua bulan terakhir, kami telah melakukan kontak dengan Sinovac untuk mengevaluasi produknya secara ilmiah, dalam hal pengujian pada hewan dan studi hasil tahap satu dan dua pada manusia,” kata Al-Harbi.

Sejumlah faktor telah dipertimbangkan saat pengambilan keputusan, di antaranya adalah efek samping pada manusia serta profil perusahaan yang kualitasnya wajib berstandar.

Dalam cuitan di Twitter, KAIMRC mengatakan bahwa beberapa negara, seperti Rusia, China dan Uni Emirat Arab (UEA), telah mengizinkan dokter untuk menggunakan beberapa vaksin pada pasien dengan persetujuan. Dengan catatan hanya dalam kasus darurat dan ketika hasil studi klinis awal menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman.

Pada Selasa, Arab Saudi mengumumkan penambahan 30 kematian akibat COVID-19, sehingga total mencapai 4.542 jiwa.

Sementara itu, 552 kasus baru dikonfirmasi menjadikan jumlah total orang yang terinfeksi virus menjadi 330.798. Dari jumlah tersebut, 1.121 pasien dalam kondisi kritis.

Kementerian Kesehatan Kerajaan melaporkan Makkah mencatat jumlah kasus baru tertinggi, dengan 58 pasien, diikuti Jeddah 53 pasien, dan Madinah dengan 38 pasien.

Sebanyak 1.060 pasien dinyatakan pulih dari COVID-19, menjadikan jumlah total pemulihan menjadi 312.684.

Uji COVID-19 di Arab Saudi mencapai 6.141.968 spesimen.

Laporan: Raihanatul Radhwa

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here