COVID-19 – Peneliti Taiwan kembangkan alat uji cepat  

COVID-19 – Peneliti Taiwan kembangkan alat uji cepat
Ilustrasi. Tim peneliti Taiwan mengatakan pada Kamis bahwa mereka telah mengembangkan alat uji COVID-19 yang dapat memberikan hasil dalam waktu sekitar 15 menit dengan akurasi 80-90 persen. (Medakit Ltd on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Tim peneliti Taiwan mengatakan pada Kamis bahwa mereka telah mengembangkan alat uji COVID-19 yang dapat memberikan hasil dalam waktu sekitar 15 menit dengan akurasi 80-90 persen.

Alat uji cepat itu kemungkinan akan siap untuk dirilis di pasar pada akhir tahun, menurut tim peneliti dari Pusat Kesehatan Pertahanan Nasional (NDMC) dan Lembaga Penelitian Kesehatan Nasional (NHRI) pada acara promosi pameran Taiwan Innotech Expo mendatang, menurut Kantor Berita Taiwan (CNA).

Dalam sebuah wawancara dengan CNA, Lai Szu-chia, seorang peneliti rekanan di Institute of Preventative Medicine NDMC, mengatakan dua tantangan terbesar untuk mengembangkan alat uji adalah mengisolasi strain virus dan membangun bank antigen virus, yang membutuhkan waktu masing-masing empat bulan dan tiga bulan.

Dua pekerjaan tersebut diperlukan untuk memaksimalkan sensitivitas dan spesifisitas alat uji, dua faktor utama yang menentukan kinerjanya, jelas Lai.

Uji yang sangat sensitif harus menangkap semua hasil positif sebenarnya, sementara uji yang sangat spesifik harus menyingkirkan semua hasil negatif sebenarnya, imbuh dia.

Dalam mengembangkan alat uji itu, tim peneliti menerima bantuan teknis dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) dan hampir 10 juta dolar Taiwan (sekitar 343.104 dolar AS atau 5,08 miliar rupiah) dari NHRI, kata Lai.

Setelah alat uji selesai, teknologi tersebut ditransfer ke lima perusahaan, yakni, Trison Technology Corp., Taiwan Advance Bio-Pharmaceutical Inc., Taiwan Carbon Nano Technology Corp., Enimmune, dan Cold Spring Biotech Corp. untuk produksi percobaan dan uji klinis, kata Lai.

Salah satu produsen telah meminta izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Taiwan dan berharap alat uji tersebut dapat dipasarkan pada akhir tahun ini, tambahnya.

Alat tes yang baru dikembangkan itu berbeda dari uji PCR (polymerase chain reaction) yang umum digunakan, yang sangat akurat tapi membutuhkan waktu pemrosesan yang lebih lama dan tenaga pemeriksa yang banyak, menurut Lai.

Dia mengatakan alat uji cepat buatan Taiwan menggunakan usap hidung (nasal swab) dan dapat memberikan hasil dengan akurasi 80-90 persen hanya dalam waktu 15 menit.

Oleh karena itu, alat ini merupakan pilihan yang baik untuk pengujian di bandara, sekolah dan panti jompo, kata Lai, menambahkan bahwa alat itu akan membantu meringankan beban tenaga medis garis depan.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here