COVID-19 – Vaksin EpiVacCorona Rusia mengembangkan antibodi pada 94 persen lansia

COVID-19 – Vaksin EpiVacCorona Rusia mengembangkan antibodi pada 94 persen lansia
Ilustrasi. Sebanyak 94 persen orang lanjut usia mengembangkan antibodi terhadap virus corona setelah diinokulasi dengan vaksin EpiVacCorona buatan Rusia. (swiftsciencewriting from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Sebanyak 94 persen orang lanjut usia mengembangkan antibodi terhadap virus corona setelah diinokulasi dengan vaksin EpiVacCorona buatan Rusia, kata Kepala Departemen Yekaterinburg pada Lembaga Penelitian Vector, yang mengembangkan vaksin tersebut, pada Rabu (7/4).

“Kami tahu pasti bahwa vaksin dapat digunakan oleh semua orang yang berusia di atas 18 tahun, kami sekarang akan turun (melanjutkan ke vaksinasi kepada mereka yang lebih muda). Kami memahami bahwa suntikan vaksin menghasilkan pengembangan antibodi yang efektif pada 94 persen kasus,” jelas Alexander Semyonov, menurut laporan Kantor Berita Sputnik.

Vaksin EpiVacCorona diizinkan untuk lansia berusia 60 tahun ke atas pada bulan Maret 2021.

Vaksin tersebut berbasis peptida yang mengandalkan platform sintetis. Peptida yang merupakan fragmen pendek protein virus yang disintesis secara artifisial terkandung dalam vaksin, dan membantu sistem kekebalan tubuh dengan mempelajari cara mengenali dan kemudian menetralkan virus.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here