
Peneliti China temukan target aksi obat antidiabetes potensial baru

Praktisi keperawatan Zhang Zhiping (kanan) mengukur kadar gula darah pasien di Rumah Sakit Pekerja Tengzhou, Provinsi Shandong, China timur, pada 17 November 2022. (Xinhua/Song Haicun)
Bacteroides spp. mikroba dipeptidil peptidase 4 (DPP4) dari mikrobiota usus diyakini sebagai target terapeutik yang penting untuk penanganan diabetes tipe 2, dengan menurunkan glukagon inang dan berkontribusi dalam mengganggu proses homeostasis glukosa (proses menjaga kadar glukosa darah).
Beijing, China (Xinhua) – Para peneliti dari Universitas Peking di China berhasil menemukan target aksi obat potensial baru untuk meningkatkan efektivitas pengobatan diabetes.Bacteroides spp. mikroba dipeptidil peptidase 4 (DPP4) dari mikrobiota usus diyakini sebagai target terapeutik yang penting untuk penanganan diabetes tipe 2, menurut para peneliti.DPP4 dapat menurunkan glukagon inang dan berkontribusi dalam mengganggu proses homeostasis glukosa (proses menjaga kadar glukosa darah), sebagaimana diindikasikan dalam studi gabungan oleh Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Peking, Rumah Sakit Ketiga Universitas Peking, dan Sekolah Tinggi Kimia dan Teknik Molekuler Universitas Peking.Para peneliti juga menemukan bahwa pengayaan peptidase dalam tubuh inang akan secara signifikan mengurangi kemanjuran klinis Sitagliptin, obat antidiabetes yang lazim digunakan, karena Sitagliptin tidak dapat menghambat aktivitas DPP4 secara efektif.Berbagai upaya sedang dilakukan guna mencari metode untuk menghambat aktivitas enzim DPP4, yang berpotensi meningkatkan kemanjuran obat yang ada dan bahkan menemukan pendekatan pengobatan baru.Penemuan ini diharapkan akan memiliki implikasi yang signifikan untuk pemahaman yang lebih mendalam terkait patogenesis diabetes dan untuk meningkatkan kemanjuran perawatan obat terkait, menurut studi tersebut.Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Science pada 4 Agustus.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Temuan baru di Guizhou China tunjukkan aktivitas manusia prasejarah lebih dari 55.000 tahun silam
Indonesia
•
19 Jan 2024

Awak Shenzhou-16 bersiap lakukan aktivitas di luar wahana antariksa
Indonesia
•
22 Jul 2023

Peneliti temukan ‘few-layer graphene’ alami dalam sampel tanah Bulan yang dibawa Chang'e-5
Indonesia
•
26 Jun 2024

Teknologi AI dorong gelombang baru revolusi industri di China
Indonesia
•
31 Dec 2024


Berita Terbaru

Obat berbasis tembaga terbukti kurangi protein beracun Alzheimer, tingkatkan memori spasial
Indonesia
•
16 Jun 2026

China ciptakan ‘silikon termurni’ di dunia, berhasil produksi massal silikon-28 ultra murni
Indonesia
•
16 Jun 2026

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026
