SpaceX luncurkan misi astronaut Axiom-4 ke stasiun luar angkasa internasional

Foto yang dirilis SpaceX pada 6 Juni 2024 ini menunjukkan roket Starship lepas landas dari Starbase di Texas, Amerika Serikat. (Sumber: SpaceX)
Astronaut Axiom Space akan melakukan sekitar 60 eksperimen yang mewakili 31 negara, jumlah terbanyak yang pernah dilakukan dalam misi Axiom.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) - Roket Falcon 9 milik SpaceX lepas landas dari Kompleks Peluncuran 39A di Kennedy Space Center NASA di Florida, Amerika Serikat (AS), pada Rabu (25/6) pukul 02.31 waktu setempat (13.31 WIB) untuk memulai Misi Axiom 4, penerbangan astronaut swasta keempat ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS).Sekitar delapan menit kemudian, roket pendorong (booster) tahap pertama yang dapat digunakan kembali (reusable) mendarat di Zona Pendaratan 1 di Cape Canaveral, menuntaskan pendaratannya dengan kecepatan 200 meter per detik tepat pada titik sasaran, ungkap SpaceX.Wahana antariksa Dragon direncanakan akan melakukan penambatan (docking) di ISS pada Kamis (26/6) sekitar pukul 07.00 EDT (18.00 WIB) setelah mengelilingi orbit selama 30 jam. Kru yang beranggotakan empat orang akan menghabiskan waktu hingga 14 hari di orbit untuk melakukan penelitian ilmiah, kegiatan penjangkauan (outreach), dan demonstrasi komersial, papar NASA.Mantan astronaut NASA Peggy Whitson, yang telah mencatatkan waktu 675 hari di luar angkasa, memimpin misi tersebut. Whitson didampingi oleh pilot Kapten Grup Shubhanshu Shukla dari Organisasi Penelitian Antariksa India (Indian Space Research Organization/ISRO), astronaut proyek Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) Slawosz Uznanski-Wisniewski dari Polandia, dan astronaut HUNOR (Hungarian to Orbit) Tibor Kapu dari Hongaria."Dengan kru yang beragam secara budaya, kami tidak hanya mengembangkan pengetahuan ilmiah tetapi juga memupuk kolaborasi internasional," kata Whitson dalam pernyataan yang dirilis oleh Axiom Space yang berbasis di Houston.Penerbangan ini menandai misi orbital pertama yang didukung pemerintah untuk India, Polandia, dan Hongaria dalam lebih dari empat dekade. Pelaksana Tugas Administrator NASA Janet Petro mengatakan peluncuran ini menyoroti "sejarah panjang kerja sama" antara NASA dan Roscosmos Rusia di ISS, setelah perbaikan terbaru pada segmen Rusia di ISS, kata seorang penasihat media NASA.Axiom Space mengatakan para astronaut akan melakukan sekitar 60 eksperimen yang mewakili 31 negara, jumlah terbanyak yang pernah dilakukan dalam misi Axiom. Proyek-proyek tersebut meliputi alat elektronik tahan radiasi dan demonstrasi fisika rancangan siswa yang disiarkan secara langsung ke berbagai kelas di seluruh dunia.Setelah misi selesai, wahana antariksa Dragon akan melepaskan tambatan (undocking) dan mendarat di Samudra Atlantik di lepas pantai Florida, membawa pulang sampel-sampel ilmiah ke Bumi.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Peneliti kembangkan model ‘deep-learning’ untuk perkiraan aliran sungai dan banjir
Indonesia
•
08 May 2024

BPOM sebut pengaruh BPA di kemasan air minum polikarbonat mengkhawatirkan
Indonesia
•
30 Jan 2022

Proyek pertukaran untuk berdayakan peneliti muda global diprakarsai di China
Indonesia
•
23 Oct 2024

Cedera, infeksi, dan kelaparan jadi penyebab utama kematian penguin khas Selandia Baru
Indonesia
•
04 May 2025
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
