Asosiasi Medis Amerika desak Trump serahkan data penanganan COVID kepada Biden

Asosiasi Medis Amerika desak Trump serahkan data penanganan COVID kepada Biden
Ilustasi. Dokter dan perawat Amerika Serikat (AS), dalam sebuah surat yang diterbitkan pada Selasa (17/11/2020), mendesak pemerintahan Trump untuk membagikan data penting COVID-19 kepada tim transisi presiden terpilih Joe Biden. (Fernando Zhiminaicela from Pixabay)

Bekasi, Jawa Barat (Indonesia Window) – Dokter dan perawat Amerika Serikat (AS), dalam sebuah surat yang diterbitkan pada Selasa (17/11), mendesak pemerintahan Trump untuk membagikan data penting COVID-19 kepada tim transisi presiden terpilih Joe Biden.

Desakan tersebut dibuat untuk menghindari tertundanya penanganan pandemik setelah jumlah infeksi dan pasien rawat inap meroket.

“Data dan informasi real-time tentang pasokan terapeutik, persediaan pengujian, alat pelindung diri, ventilator, kapasitas tempat tidur rumah sakit, dan ketersediaan tenaga kerja untuk mengantisipasi penyebaran (virus) dibagikan untuk menyelamatkan nyawa yang tak terhitung jumlahnya,” kata surat yang ditandatangani oleh pemimpin American Medical Association, American Nurses Association dan American Hospitals Association.

Biden memperingatkan adanya peningkatan jumlah pasien meninggal jika Presiden Donald Trump memblokir transisi setelah kekalahannya dalam pemilihan presiden 3 November.

Pejabat kesehatan telah memperingatkan bahwa musim dingin dapat mengantarkan gelombang baru kematian COVID-19 dengan kluster penyebaran yang merajalela di seluruh AS dan tingginya tingkat rawat inap.

Laju infeksi baru yang melonjak pada musim gugur ini, bahkan di negara bagian yang sebelumnya telah berhasil mencegah penyebaran virus selama musim panas, telah mendorong pejabat pemerintah untuk menyuarakan kewaspadaan.

Empat puluh satu negara bagian AS telah melaporkan rekor peningkatan kasus COVID-19 pada November. Sementara 20 negara bagian telah mengalami rekor peningkatan kematian dan 26 negara bagian melaporkan peningkatan rekor rawat inap, menurut penghitungan Reuters dari data kesehatan masyarakat.

Sebanyak 25 negara bagian melaporkan tingkat positif hasil tes di atas 10 persen untuk pekan yang berakhir pada Ahad (15/11).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganggap tingkat positif di atas lima persen termasuk mengkhawatirkan.

Amerika Serikat mencatat lebih dari 11 juta infeksi hingga Ahad lalu, hanya delapan hari setelah mencapai angka 10 juta.

Beberapa gubernur negara bagian dan pejabat kota telah memberlakukan pembatasan baru pada pertemuan di dalam ruangan guna membendung penyebaran penyakit.

Warga juga diimbau untuk berhati-hati di sekitar hari raya Thanksgiving agar tidak bepergian atau bersosialisasi dengan keluarga besar untuk pesta tradisional dalam ruangan.

Laporan: Raihana Radhwa

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here