AS desak Houthi hentikan serangan di perbatasan Saudi

AS desak Houthi hentikan serangan di perbatasan Saudi
Pemerintah Arab Saudi melalui program kemanusiaan KSRelief selama pekan ke-4 Januari 2021 telah membersihkan 1.419 ranjau yang ditanam oleh Houthi di Yaman. (Kantor Berita Arab Saudi-SPA)

Jakarta (Indonesia Window) – Amerika Serikat meminta milisi Houthi untuk menghentikan serangan lintas batas di Arab Saudi, menurut laporan Saudi Gazette.

Dalam pernyataan pers pada Selasa (16/2), Departemen Luar Negeri AS juga meminta milisi yang didukung Iran itu untuk menghentikan serangan mereka di Marib (Yaman) dan menghentikan semua operasi militer di seluruh wilayah Yaman dan beralih ke negosiasi.

“Serangan Houthi terhadap Marib adalah tindakan kelompok yang tidak berkomitmen untuk perdamaian atau mengakhiri perang yang melanda rakyat Yaman,” ungkap pernyataan itu.

Merujuk pada penderitaan rakyat Yaman dalam menghadapi kekejaman yang dilakukan oleh Houthi, pernyataan itu menambahkan, “UNOCHA (Kantor Urusan Kemanusiaan PBB) memperkirakan sekitar satu juta orang Yaman telah mencari perlindungan di Marib sejak awal perang untuk menghindari kekerasan Houthi. Marib dikendalikan oleh pemerintah sah Yaman.”

“Serangan ini hanya akan meningkatkan jumlah pengungsi internal dan memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman, yang sudah menjadi rumah bagi bencana kemanusiaan terburuk di dunia.”

Mengekspresikan keraguan atas niat Houthi untuk solusi damai atas krisis Yaman, Departemen Luar Negeri AS mengatakan, “Jika Houthi serius tentang solusi politik yang dinegosiasikan, mereka harus menghentikan semua serangan militer dan menahan diri dari tindakan destabilisasi dan gerakan yang berpotensi mematikan lainnya, termasuk serangan lintas batas di Arab Saudi. ”

“Mereka harus berkomitmen untuk berpartisipasi secara konstruktif dalam proses politik yang dipimpin PBB dan terlibat secara serius dalam upaya diplomatik yang dipimpin oleh Utusan Khusus AS untuk Yaman, Tim Lenderking. Sekarang saatnya untuk mengakhiri konflik. Tidak ada solusi militer.”

Laporan: Raihana Radhwa

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here