AS dan Barat pasok peluncur roket untuk Ukraina bersaing dengan Rusia

AS dan Barat pasok peluncur roket untuk Ukraina bersaing dengan Rusia
Tentara Amerika Serikat melakukan latihan tembakan langsung dengan howitzer 155mm yang ditarik M777. (Military Archive/TouTube/tangkapan layar)
Advertiser Popin

Jakarta (Indonesia Window) – Peringatan baru Presiden Rusia Vladimir Putin atas persenjataan Barat telah dikeluarkan baru-baru ketika para pejabat Ukraina menekan negara-negara Barat untuk memasok senjata yang lebih canggih dan kuat, terutama sistem peluncuran roket.

Persenjataan tersebut dimaksudkan agar Ukraina mampu bersaing dengan senjata Rusia dalam serangan yang sedang berlangsung di Donbas (sekitar 824 kilometer arah Timur ibu kota Kiev).

Departemen Pertahanan AS tidak akan mengkonfirmasi laporan media pada hari Jumat yang mengklaim bahwa pemerintahan Presiden AS Joe Biden sedang bersiap untuk mengirim sistem roket jarak jauh ke Ukraina.

Duta Besar Rusia untuk AS pada Sabtu (28/5) menyatakan langkah seperti itu sebagai “tidak dapat diterima” dan meminta pemerintah Joe Biden untuk “meninggalkan pernyataan tentang kemenangan militer Ukraina”.

Sebuah posting Telegram yang diterbitkan di saluran resmi kedutaan Rusia mengutip Duta Besar Anatoliy Antonov yang mengatakan bahwa “pemompaan senjata yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Ukraina secara signifikan meningkatkan risiko eskalasi konflik”.

Pemerintahan Biden dan sekutunya telah memberi Ukraina senjata yang semakin canggih dan beragam untuk memerangi pasukan invasi Rusia, termasuk persenjataan jarak jauh, seperti howitzer M777.

Pada 11 Mei, DPR AS meloloskan paket bantuan 40 miliar dolar AS untuk Ukraina, termasuk 8,7 miliar dolar untuk mengisi kembali stok persenjataan AS yang dikirim ke Ukraina.

Sumber: Al Jazeera

Laporan: Redaksi

Advertiser Popin

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here