Arab Saudi tanam 10 juta pohon hingga April 2021

Arab Saudi tanam 10 juta pohon hingga April 2021
Ilustrasi. Pemerintah Arab Saudi pada Sabtu (10/10/2020) meluncurkan kampanye hijau untuk mengurangi penggurunan di kerajaan dan membantu mengembangkan habitat alami dengan menanam 10 juta pohon hingga akhir April 2021. (Kasturi Laxmi Mohit on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Menteri Lingkungan, Air dan Pertanian Saudi Eng. Abdurrahman Bin Abdulmohsen Al-Fadley pada Sabtu meluncurkan kampanye hijau untuk mengurangi penggurunan di kerajaan dan membantu mengembangkan habitat alami dengan menanam 10 juta pohon hingga akhir April 2021.

Al-Fadley mengumumkan dimulainya kampanye yang disebut Let’s Make it Green di akun Twitter, yang akan berlangsung dari 10 Oktober hingga 30 April 2021, menurur laporan Saudi Gazette.

“Hari ini saya dengan senang hati meluncurkan kampanye Let’s Make It Green bekerja sama dengan mitra kami di sektor publik dan swasta untuk mengurangi efek penggurunan, mengembangkan habitat alami, dan meningkatkan kualitas hidup,” kata Al-Fadley.

Kementerian akan bekerja sama dengan Pusat Nasional untuk Pengembangan Tutupan Vegetasi dan Memerangi Penggurunan selama kampanye, imbuhnya.

Kampanye tersebut juga bertujuan mendorong perilaku positif dalam menjaga dan melindungi lingkungan.

Selama enam bulan ke depan, pohon akan ditanam di sekitar 165 lokasi untuk mengatasi deforestasi.

Pohon dan semak yang terancam punah karena penggembalaan berlebihan, penebangan dan pencabutan, serta perluasan perkotaan juga akan ditanam.

Arab Saudi kehilangan 120.000 hektare pohon setiap tahun karena perusakan dan industri penebangan kayu.

Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan, kampanye tersebut juga ditujukan untuk membuat sejumlah taman nasional, menyebarkan benih di sejumlah daerah, dan menanam hutan di kawasan Najran (bagian barat daya kerajaan yang berbatasan dengan Yaman) dan Al-Baha (sebelah barat yang termasuk daerah Hijaz).

Let’s Make It Green berada di bawah Visi 2030 Kerajaan untuk mencapai kelestarian lingkungan pada akhir dekade mendatang.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here