Arab Saudi kecam tuduhan Iran atas pembunuhan ilmuan nuklir

Arab Saudi kecam tuduhan Iran atas pembunuhan ilmuan nuklir
Ilustrasi. Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir menyatakan kecamannya atas Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, karena mencoba menyalahkan Riyadh atas semua masalah Teheran, termasuk pembunuhan salah satu ilmuwan nuklir topnya baru-baru ini. (Max Kleinen on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir menyatakan kecamannya atas Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, karena mencoba menyalahkan Riyadh atas semua masalah Teheran, termasuk pembunuhan salah satu ilmuwan nuklir topnya baru-baru ini.

“Tampaknya keputusasaan telah mendorong Menteri Luar Negeri Iran, (Mohammad) Javad Zarif, untuk menyalahkan kerajaan dan menuduhnya sebagai penyebab dari apa yang terjadi di Iran,” cuit Menteri Luar Negeri Arab, menurut laporan Al-Arabiya yang dikutip di Jakarta, Rabu.

Komentar Al-Jubeir muncul setelah Zarif menuduh Arab Saudi terlibat dalam pembunuhan ilmuwan nuklir top Iran pekan lalu.

“Perjalanan Pompeo ke wilayah tersebut, pertemuan trilateral di Arab Saudi, dan pernyataan Netanyahu semuanya mengarah pada konspirasi ini yang sayangnya terwujud dalam tindakan teroris pengecut hari Jumat dan mati syahid salah satu eksekutif puncak negara,” klaim Zarif dalam sebuah pesan di Instagram.

Zarif tidak memberikan bukti untuk memvalidasi klaimnya. Dia merujuk pada perjalanan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Timur Tengah pekan lalu dan dugaan pertemuan antara pejabat Saudi dan Israel.

Arab Saudi membantah pertemuan semacam itu terjadi.

Pada hari Selasa (1/12), Al-Jubeir mengatakan bahwa jika gempa bumi atau banjir melanda Iran, “kerajaan akan dituduh sebagai penyebabnya juga!”

Mengenai pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh pekan lalu, Al-Jubeir mengatakan Arab Saudi tidak mendukung pembunuhan dengan cara apa pun, “tidak seperti rezim Iran yang dibangun di atas pembunuhan di seluruh dunia sejak revolusi yang dibajak oleh Khomeini pada 1979.”

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here