Arab Saudi kecam pembangunan permukiman baru Israel di Yerusalem Timur

Arab Saudi kecam pembangunan permukiman baru Israel di Yerusalem Timur
Ilustrasi. Arab Saudi telah menyatakan keprihatinan serius atas keputusan Israel untuk membangun ratusan permukiman baru di dekat Yerusalem Timur. (Hosny Salah from Pixabay)

Bekasi, Jawa Barat (Indonesia Window) – Arab Saudi telah menyatakan keprihatinan serius atas keputusan Israel untuk membangun ratusan permukiman baru di dekat Yerusalem Timur.

Sebelumnya, otoritas Israel mengeluarkan tawaran untuk pembangunan 1.257 unit permukiman baru di dekat Yerusalem Timur, Givat Hamatos.

Reaksi Saudi muncul setelah Israel pada Ahad (15/11) merealisasikan rencana yang ditetapkan sejak bulan Februari itu.

Otoritas Pertanahan Israel membuka tender konstruksi untuk kontraktor, menurut laporan Saudi Gazette mengutip Reuters pada Senin (16/11).

Tindakan Israel menuai kecaman dari Otoritas Palestina, Uni Eropa, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Mesir pada Senin (16/11) mengecam keputusan Israel untuk membangun permukiman baru di Tepi Barat.

“Kebijakan semacam itu akan mengisolasi Yerusalem Timur dari wilayah sekitarnya di Palestina,” menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir yang dikutip dari Kantor Berita Xinhua.

Secara terpisah pada hari yang sama, utusan PBB untuk Timur Tengah Nikolay Mladenov meminta otoritas Israel untuk mundur dari rencana tersebut.

Dia menekankan bahwa membangun pemukiman adalah ilegal menurut hukum internasional.

Laporan: Raihana Radhwa

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here