Arab Saudi garap proyek survei geologi terbesar di dunia

Arab Saudi garap proyek survei geologi terbesar di dunia
Badan Survei Geologi Saudi (SGS) pada Ahad (25/10/2020) menandatangani sejumlah kontrak dengan beberapa organisasi dan konsultan internasional untuk melaksanakan proyek survei geologi senilai 2 miliar riyal Saudi (lebih dari 530 juta dolar AS atau sekira 7,8 triliun rupiah). (Survei Geologi Arab Saudi)

Jakarta (Indonesia Window) – Badan Survei Geologi Saudi (SGS) pada Ahad (25/10) menandatangani sejumlah kontrak dengan beberapa organisasi dan konsultan internasional untuk melaksanakan proyek survei geologi.

Proyek tersebut akan menjadi salah satu survei geologi terbesar di dunia, dengan anggaran untuk semua tahapannya mencapai 2 miliar riyal Saudi (lebih dari 530 juta dolar AS atau sekira 7,8 triliun rupiah), menurut laporan Arab News.

Menteri Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Saudi Bandar Alkhorayef mengatakan penandatanganan kontrak tersebut menandai awal dari upaya pengumpulan data besar-besaran di kerajaan.

Ini adalah langkah pertama untuk menjadikan sektor pertambangan sebagai pilar ketiga dari lanskap industri Saudi, katanya.

Proyek survey geologi tersebut diharapkan meningkatkan kontribusi sektor pertambangan terhadap produk domestik bruto kerajaan dan menciptakan 220.000 pekerjaan baru.

Alkhorayef menjelaskan program tersebut akan memastikan pengumpulan data yang lebih andal dan akurat tentang sumber daya mineral Arab Saudi, yang akan membantu otoritas terkait memanfaatkan kekayaan mineral yang melimpah dan meletakkan dasar yang kokoh untuk ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Proyek geologi itu mencakup survei geofisika atmosfer tingkat lanjut, survei geokimia multikomponen, dan pembuatan peta geologi terperinci.

SGS mengatakan salah satu kontrak tersebut termasuk kesepakatan kemitraan teknis dengan konsorsium, diantaranya International Geoscience Services Co. dan Badan Survei Geologi Finlandia.

Sementara itu, kontrak survei geokimia multikomponen untuk Arabian Shield telah diberikan kepada Badan Geologi China.

Survei itu bertujuan mengumpulkan dan menganalisis lebih dari 110.000 sampel sedimen dari lembah dan logam berat di Arabian Shield selama enam tahun ke depan.

Arabian Shield atau Perisai Arab terdiri atas bebatuan Prakambrium (4,5 miliar hingga 542 juta tahun lalu) di dalam Lempeng Arab yang terlihat di bagian barat Jazirah Arab (bagian barat Arab Saudi) dan pada luasan yang lebih rendah di Yaman dan Yordania selatan.

Wakil Menteri Survei Geologi China, Dr. Zhong Ziran, mengatakan bahwa kontrak tersebut menandai dimulainya kerja sama yang besar antara Arab Saudi dan China.

SGS memberikan kontrak untuk survei geofisika udara lanjutan yang mencakup Sektor No. 1 dari Arabian Shield kepada Sander Geophysics Ltd.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, perusahaan China tersebut akan mengumpulkan dan menganalisis data geofisika, menghasilkan berbagai peta geofisika digital, dan mengidentifikasi formasi batuan dan bukti mineralisasi di wilayah tersebut.

Proyek saat ini bertujuan untuk mensurvei hampir 600.000 kilometer persegi dari wilayah Arabian Shield yang kaya mineral.

Tiga kontrak lainnya diberikan kepada Xcalibur Airborne Geophysics yang berkantor pusat di Pretoria, Afrika Selatan untuk melaksanakan survei geofisika udara lanjutan di sektor 2 dan 3 dari Arabian Shield.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here