Analis: Ketegangan Rusia-Ukraina dapat mengancam produksi ‘chip’ Taiwan

Pasukan militer Rusia menggelar latihan saat ketegangan dengan Ukraina memuncak. (WION/YouTube/tangkapan layar)

Jakarta (Indonesia Window) – Seorang analis pasar Taiwan pada Ahad (13/2) memperingatkan bahwa rantai pasokan pembuat chip semikonduktor kecil dan menengah Taiwan dapat terganggu sebagai akibat dari meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina, dua pemasok utama bahan baku.

Ray Yang, direktur konsultan di Pusat Strategi Internasional Industri, Sains dan Teknologi di bawah Institut Penelitian Teknologi Industri, mengatakan ketegangan dapat menyebabkan pengurangan bahan baku penting yang diekspor dari Rusia dan Ukraina untuk pembuatan chip.

Bahan-bahan tersebut termasuk paladium, neon dan C4F6, yang juga disebutkan awal bulan ini dalam sebuah laporan oleh Techcet, sebuah firma penasihat yang berbasis di Amerika Serikat yang berfokus pada analisis pasar rantai pasokan bahan dan teknologi untuk pasar perangkat elektronik.

Menurut Techcet, paladium digunakan dalam sensor dan teknologi memori yang muncul dan juga sebagai bahan pelapis untuk beberapa teknologi pengemasan, sedangkan neon digunakan untuk membuat laser, yang diperlukan untuk litografi.

Sementara itu, C4F6 digunakan dalam etsa perangkat logika simpul (node logic device etching) tingkat lanjut dan proses litografi tingkat lanjut untuk produksi chip, kata Techcet.

Yang mengatakan perusahaan besar seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) mungkin dapat mengamankan pasokan bahan-bahan utama tersebut, tetapi pembuat chip yang lebih kecil di Taiwan mungkin tidak seberuntung itu.

Dia juga mengatakan bahwa sektor semikonduktor Taiwan mungkin perlu menemukan solusi baru untuk masalah rantai pasokan jika situasi Rusia-Ukraina terus menghambat ekspor.

Sumber: CNA

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan