Akui kompetensi BPK, Saudi-Indonesia sepakati kerja sama pengawasan keuangan

Akui kompetensi BPK, Saudi-Indonesia sepakati kerja sama pengawasan keuangan
Presiden Jenderal Biro Audit Kerajaan Arab Saudi Hussam Alangari (kiri) dan Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna (kanan) pada penandatanganan Nota Kesepahaman tentang kerja sama pengawasan keuangan di Jakarta, Kamis (5/12/2019). (Foto: Istimewa)

Jakarta (Indonesia Window) – Presiden Jenderal Biro Audit Kerajaan Arab Saudi Hussam Alangari menyatakan bahwa Badan Pemeriksan Keuangan Republik Indonesia memiliki kemampuan pengawasan keuangan yang luar biasa.

Hal tersebut disampaikannya usai menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang pengembangan kerja sama dalam hal pemeriksaan keuangan antara kedua negara di Jakarta, Kamis.

“Saya ingin sampaikan bahwa saya merasa senang dan bahagia atas penandatanganan tadi, sehingga kami mengundang pejabat BPK RI untuk berkunjung ke Arab Saudi sesuai dengan waktu yang dimiliki,” ujar Hussam.

Dia menerangkan bahwa salah satu hal yang penting dalam MoU tersebut adalah mengenai kerja sama di bidang pelatihan keuangan antara BPK RI dan Biro Audit Kerajaan Arab Saudi.

“Karena itu, semoga MoU ini memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi dua lembaga ini dan dua negara di masa yang akan datang,” kata Hussam.

Dia menuturkan bahwa hubungan antara dua lembaga pengawasan keuangan tersebut sudah terjadi sejak lama, namun kerja sama secara formal baru dilakukan melalui penandatangan MoU.

“BPK RI memiliki pengalaman yang luas di bidang pengawasan keuangan dan inilah  konsentrasi kerja sama yang akan kita lakukan. BPK RI dan Biro Audit Kerajaan Arab Saudi merupakan anggota asosiasi lembaga keuangan atau pengawasan keuangan internasional, dan juga di kawasan Asia dan ASEAN,” terang Hussam.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here