Afghanistan-Pakistan tandatangani deklarasi perdamaian di Makkah

Afghanistan-Pakistan tandatangani deklarasi perdamaian di Makkah
Menteri Urusan Islam dan Toleransi Agama Pakistan Sheikh Dr. Noor Al-Haq Qadri (kiri) dan Menteri Haji, Wakaf dan Bimbingan Afghanistan Sheikh Muhammad Qasim Qasim Halimi (kanan) menandatangani Deklarasi Perdamaian di Makkah, Arab Saudi pada Kamis (10/6/2021) disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim (MWL) Sheikh Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa (tengah). (Saudi Press Agency-SPA)

Jakarta (Indonesia Window) –  Ulama senior dari Pakistan dan Afghanistan pada Kamis (10/6) di Makkah, Arab Saudi, menandatangani Deklarasi Perdamaian, membuka jalan bagi solusi untuk krisis di negara yang telah lama dilanda perang itu.

Para ulama dipimpin oleh Menteri Urusan Islam dan Toleransi Agama Pakistan Sheikh Dr. Noor Al-Haq Qadri dan Menteri Haji, Wakaf dan Bimbingan Afghanistan Sheikh Muhammad Qasim Qasim Halimi.

Deklarasi perdamaian tersebut mendukung negosiasi di antara faksi-faksi yang bertikai serta menolak tindakan kekerasan dan ekstremisme dalam segala bentuk dan manifestasinya.

Deklarasi perdamaian ditandatangani dalam konferensi yang diselenggarakan oleh Liga Muslim Dunia (MWL) di kota suci Makkah dengan dukungan Arab Saudi di hadapan Sekretaris Jenderal MWL Sheikh Dr. Muhammad Bin Abdul Karim Al-Issa, yang juga Presiden Ikatan Cendekiawan Muslim.

Deklarasi bersejarah tersebut berusaha untuk mengatasi semua masalah politik, sosial, ekonomi dan lainnya melalui semangat aksi bersama untuk menghentikan pertumpahan darah dan memimpin rakyat Afghanistan ke jalan perdamaian, rekonsiliasi, stabilitas dan kemajuan dengan pertolongan Allah ﷻ.

Deklarasi tersebut juga menekankan bahwa kekerasan yang dihasilkan dari ekstremisme dan terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya, termasuk kekerasan terhadap warga sipil dan serangan bunuh diri adalah bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam.

Ulama Pakistan dan Afghanistan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad Bin Salman atas sikap tegas Arab Saudi dalam mendukung perdamaian dan stabilitas di Afghanistan.

Arab Saudi telah berupaya membangun jembatan dan menyatukan barisan, dengan puncaknya membawa para ulama dari kedua belah pihak pada satu pertemuan bersejarah.

Para ulama juga menggarisbawahi pentingnya Arab Saudi dalam membangun solidaritas dan harmoni di dunia Islam, menekankan aspirasi mereka untuk dukungan berkelanjutan dalam mempertahankan momentum yang dihasilkan oleh deklarasi ini di antara para ulama di dunia Islam pada umumnya, dan di antara para ulama di Pakistan dan Afghanistan khususnya.

Dalam sesi pembukaan, Sheikh Al-Issa mengatakan bahwa pertemuan bersejarah tersebut diadakan di bawah naungan dan dukungan Arab Saudi di bawah payung Liga Muslim Dunia.

Dia juga menekankan bahwa Arab Saudi selalu tertarik untuk memainkan peran kunci dalam mengatasi krisis di Afghanistan dan kebutuhan untuk menemukan solusi damai untuk masalah ini.

Sementara itu, Duta Besar Afghanistan untuk Arab Saudi Ahmed Javed Mujadidi menekankan bahwa pentingnya konferensi ini terletak pada kenyataan bahwa acara tersebut diadakan di tempat paling suci di dunia, di hadapan sekelompok ulama terkemuka.

Duta Besar dan Perwakilan Tetap Afghanistan untuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Dr. Shafiq Samim menekankan bahwa upaya Arab Saudi dan para pemimpinnya telah membuahkan hasil, dan berhasil menemukan solusi mendasar untuk konflik di dunia Islam.

Dia menjelaskan bahwa Afghanistan telah merasakan pahitnya perang selama empat dekade terakhir, dan telah mengalami peristiwa dan pertempuran yang menghancurkan negara itu.

Konferensi tersebut adalah upaya serius untuk mencari cara dalam menyelesaikan masalah Afghanistan melalui dialog yang konstruktif dan efektif, imbuhnya.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here