95 persen tumbuhan Sumatera-Kalimantan musnah akibat karhutla

95 persen tumbuhan musnah akibat karhutla Sumatera-Kalimantan
Vegetasi yang kering akibat kebakaran hutan. (LIPI)

Jakarta (Indonesia Window) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan sepanjang 2019 tidak hanya mengancam kesehatan manusia, tapi juga kelangsungan hidup flora dan fauna.

Situs jejaring Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dikutip di Jakarta, Sabtu menyebutkan karhutla 2019 berpotensi menyebabkan 95 persen jenis tumbuhan terbakar dan mengalami kekeringan.

Akibat kebakaran tersebut lahan menjadi terbuka dan langsung terpapar sinar matahari, sehingga menurunkan fungsinya sebagai  penyedia unsur hara bagi tumbuhan di atasnya.

Kebakaran dalam tingkat yang besar juga menghilangkan sumber-sumber biji yang diharapkan akan tumbuh kembali di musim hujan dan menjadi sumber pengayaan keanekaragaman hayati di Sumatera dan Kalimantan.

LIPI mencatat ada 8.931 jenis tumbuhan di Sumatera dan 9.956 di Kalimantan. Dari jumlah tersebut masing-masing memiliki tanaman endemik sebanyak 1.891 dan 3.936 jenis.

Nilai total jenis tumbuhan di kedua pulau tersebut berkisar 43 sampai  53 persen  dari total jenis tumbuhan yang tercatat di seluruh Indonesia.

Kerusakan vegetasi juga berdampak pada kehidupan 7.683 jenis hewan di Kalimantan dan 4.546 di Sumatera yang mendiami hutan alami di kedua daerah tersebut.

Setelah dua sampai tiga tahun, jenis paku-pakuan serta tumbuhan perintis lainnnya mulai muncul di beberapa titik lokasi kebakaran hutan, seperti  tumih (Combretocarpus rotundatus), gerunggang (Cratoxylum arborescens (Vahl.), dan lainnya. Jenis tersebut merupakan jenis asli yang tumbuh di lingkungan rawa gambut tergenang sampai cenderung kering dan berpasir kuarsa.

Namun, tunggul pohon yang terbakar belum memperlihatkan terubusnya, yang kemungkinan disebabkan tingginya tingkat kebakaran hutan.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here