90 persen permintaan mobil di Indonesia dipasok dari pabrik dalam negeri

90 persen permintaan mobil di Indonesia dipasok dari pabrik dalam negeri
Presiden Joko Widodo melepas ekspor mobil ke pasar global pada 2020 secara virtual. (Sekretariat Kabinet RI)

Jakarta (Indonesia Window) – Dari total permintaan mobil di Indonesia, sebanyak 90 persen dipasok dari pabrik dalam negeri yang menggunakan 70-80 persen bahan baku lokal, kata Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Yohannes Nangoi.

Bahkan, Indonesia mampu mengekspor 330.000 mobil ke berbagai negara, termasuk ke Jepang, kata Nangoi dikutip dari laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Kalau Anda ke luar negeri, lalu melihat ada mobil Xpander, Isuzu Traga, atau kendaraan sejenis Daihatsu GranMax, itu semua dari Indonesia karena pabriknya hanya ada di Indonesia,” ujar Nangoi.

Dia menjelaskan, dari kapasitas produksi kendaraan sebesar 2,4 juta per tahun, penjualan mobil rata-rata mencapai 1,5 juta unit per tahun, terdiri dari 1,2 juta untuk pasar domestik dan sekitar 330 ribu untuk pasar ekspor.

Namun, akibat pandemik, total penjualan mobil pada 2020 anjlok, menjadi hanya sekitar 700-an ribu unit, yang terdiri dari 530.000 untuk pasar domestik dan 200-an ribu untuk pasar ekspor, imbuh Nangoi.

Memasuki tahun 2021 penurunan penjualan mobil masih berlanjut. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, bukan hanya akan menyebabkan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), namun juga mengancam eksistensi bisnis sektor otomotif.

Karenanya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mendorong konsumsi masyarakat dan menyokong dunia usaha.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan anggaran insentif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor diperkirakan mencapai 2,99 triliun rupiah.

Pemerintah berharap insentif dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga mendorong perbaikan industri otomotif dan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami memang sengaja mendesain agar front loading. Tujuannya untuk memacu confidence dan secara simultan bisa meningkatkan pemulihan ekonomi,” ujar menkeu.

Pada 2019 industri otomotif berkontribusi 3,98 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) non migas.

Sektor padat karya tersebut menyerap langsung 1,5 juta tenaga kerja dan 4,5 juta tenaga kerja secara tidak langsung.

Rantai pasok sektor otomotif juga sangat luas, dengan setidaknya 7.451 pabrik penghasil produk input.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here