75 persen pemasok suku cadang mobil listrik Tesla berasal dari Taiwan

75 persen pemasok suku cadang mobil listrik Tesla berasal dari Taiwan
Ilustrasi. Perusahaan Taiwan yang berperan dalam produksi Tesla adalah Petrokimia Chang Chun (Chang Chun Petrochemical), yang memproduksi foil tembaga untuk elektroda negatif baterai lithium. Karenanya, foil tembaga merupakan komponen vital dari aki mobil Tesla. (Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Dari perspektif energi, lingkungan, dan perkembangan teknologi, peran mobil listrik semakin besar di masa depan dalam menggantikan mobil berbahan bakar konvensional.

Sejumlah produsen mobil telah mengeluarkan versi listrik mereka, seperti Porsche, Ford, dan Renault.

Dari sekian banyak merek mobil listrik di dunia, situs jejaring Autoexpress yang berbasis di Inggris, merekomendasikan Tesla Model 3 di peringkat pertama kepada mereka yang ingin membeli kendaraan jenis ini pada 2021.

Dalam daftar mobil listrik yang direkomendasikan tersebut, Autoexpress juga menempatkan Tesla model S di urutan kelima.

Elon Musk boleh saja memiliki merk Tesla dan mengklaim mobil listriknya paling canggih di dunia. Namun, apalah Tesla jika tanpa suku cadang mutakhir yang diproduksi oleh para ahli perangkat lunak dan perangkat keras di sejumlah industri elektronik dan teknologi tinggi Taiwan.

Menurut statistik media Taiwan, 75 persen pemasok suku cadang mobil listrik Tesla adalah perusahaan Taiwan, salah satunya adalah Fukuta Taiwan yang memproduksi motor penggerak (dinamo) Tesla.

Pemasok

Pada tahun 2005, atau dua tahun setelah berdiri, manajemen Tesla mengunjungi Taiwan untuk mencari produsen motor penggerak mobil listrik.

Awalnya Fukuta tidak memiliki pengalaman dalam pembuatan dinamo mobil, namun karena permintaan Tesla, perusahaan Taiwan ini berhasil mengubah dinamo mereka yang awalnya seberat 400 kilogram menjadi hanya 60 kilogram.

Walhasil, Fukuta menjadi mitra senior kerja sama Tesla selama lebih dari sepuluh tahun.

Perusahaan Taiwan lainnya yang berperan dalam produksi Tesla adalah Petrokimia Chang Chun (Chang Chun Petrochemical), yang memproduksi foil tembaga untuk elektroda negatif baterai lithium. Karenanya, foil tembaga merupakan komponen vital dari aki mobil Tesla.

Di dunia, hanya Petrokimia Chang Chun Taiwan dan beberapa perusahaan di Jepang yang dapat memproduksi foil tembaga khusus yang ketebalannya hanya 5 mikron atau lebih tipis dari sehelai rambut.

Bukan hanya karena memiliki pondasi kokoh dalam Teknologi Informasi, mesin, dan teknik kimia, yang membuat Tesla sangat bergantung pada perusahaan-perusahaan Taiwan, namun juga mereka cepat mengembangkan produk baru kapan saja sesuai kebutuhan produsen mobil ramah lingkungan ini.

Selain itu, industri Taiwan penuh dengan fleksibilitas dan inovasi ketika dihadapkan pada masalah dalam mengembangkan suku cadang baru atau dalam meningkatkan spesifikasi kinerja produk.

Dengan karakteristik demikian, perusahaan Taiwan tak hanya menguasai rantai pasokan Tesla, namun juga perusahaan manufakur mobil listrik utama dunia.

Produksi chip semikonduktor otomotif yang merupakan otak dari kendaraan listrik, harus bergantung pada Taiwan.

Belakangan ini, para pejabat tingkat tinggi Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang telah meminta bantuan Taiwan untuk meningkatkan chip otomotifnya demi menghindari dilema penangguhan produksi di perusahaan mobil negara mereka sendiri.

Sumber: Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO)

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here