30 hewan laut terdampar sepanjang 2019 bawa pesan dari alam

30 hewan laut terdampar sepanjang 2019 bawa pesan dari alam
Ilustrasi ekor paus tampak di permukaan air laut. (Photo by Andrew Bain on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Sepanjang 2015 sampai 2019, sedikitnya ada 55 kejadian hewan laut terdampar. Bahkan, pada 2019 sendiri ditemukan 30 kasus, menurut laporan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dikutip di Jakarta, Sabtu.

Dari 30 kasus hewan laut terdampar tersebut, 20 diantaranya terjadi di Jawa Timur.

Pada Juli 2019, LIPI mendapat laporan tentang seekor paus bongkok (Megaptera novaeangliae) yang terdampar di pantai dalam keadaan tubuh yang sudah tercerai berai. Potongan kulit hewan tersebut berserakan di beberapa tempat dan tidak ada tulang yang ditemukan.

Misi LIPI yang hendak membawa kerangka paus bongkok untuk menjadi koleksi ilmiah Museum Zoologicum Bogoriense terpaksa kandas.

Bagian tubuh yang tersisa dari paus bongkok itu hanyalah beberapa ruas tulang belakang, tengkorak bagian atas, dan rahang yang disimpan di kantor Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur di Probolinggo.

Kemudian, pada 9 dan 16 September 2019, ada dua ekor hiu tutul terdampar di Pantai Kajaran dan Pantai Bambang di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Saat tim LIPI tiba di lokasi kejadian bangkai hiu tutul tersebut telah dikubur di dua tempat yang berbeda.

Selanjutnya, pada 16 September 2019, seekor hiu tutul tersesat di perairan dekat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Pada 20 September, hiu tutul bernama latin Rhincodon typus yang masuk dalam keluarga Rhincodontidae dari kelas Chondrichthyes tersebut berhasil dihalau keluar dari perairan di sekitar PLTU Paiton.

Hiu tutul yang masuk dalam kelas hiu dan pari ini tercantum dalam Daftar Merah Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) di bawah kategori Endangered (EN) atau terancam.

“Hiu tutul termasuk jenis yang terancam atau threatened species. Jika tidak ada upaya penyelamatan hewan ini dapat masuk kategori critically endangered atau kritis,” ujar Kepala Bidang Zoologi pada Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cahyo Rahmadi.

Melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan, kini hiu tutul ditetapkan sebagai jenis dengan perlindungan penuh. Sedangkan paus bongkok masuk dalam kategori least concern  atau memiliki tingkat risiko rendah karena populasinya meningkat.

30 hewan laut terdampar sepanjang 2019 bawa pesan dari alam
Seekor hiu tutul terdampar. (LIPI)

Pesan dari laut

Bumi semakin tua, namun bebannya tak pernah berkurang seiring dengan aktivitas manusia yang semakin padat. Namun, alam tak dapat bicara untuk mengeluhkan tentang betapa banyak kerusakan pada habitat alami hewan-hewan laut yang terdampar di pantai tersebut.

Karenanya, “berenanglah” hewan-hewan laut ini hingga tiba di pantai.

“Ada pesan yang ingin disampaikan laut kepada kita,” kata Cahyo.

Peneliti bidang zoologi LIPI itu menjelaskan bahwa peningkatan jumlah kejadian hewan laut terdampar semakin menunjukkan adanya permasalahan serius yang saat ini belum banyak diketahui.

“Perubahan ekosistem laut akibat perubahan iklim, polusi, eksploitasi berlebihan, perubahan tata guna laut, dan masuknya bahan-bahan asing invasif ke dalam laut harus disikapi serius,” tuturnya.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here